Sumbawanews.com,- Real Madrid kalah 0-1 dari Real Betis di Estadio Benito Villamarín pada Sabtu, 5 September 2026, dalam laga lanjutan La Liga 2026/2027. Kekalahan itu menjadi hasil buruk pertama Jose Mourinho sejak kembali melatih Los Blancos. Usai pertandingan, Vinicius Junior terekam kamera mengabaikan pelatih asal Portugal yang mencoba menyapainya, memperdalam spekulasi tentang ketegangan di ruang ganti.
Vinicius tampil sepanjang 90 menit namun gagal memberi kontribusi signifikan, hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran. Bintang lain seperti Jude Bellingham juga tampil jauh dari performa terbaiknya, dengan hanya satu peluang yang diciptakan. Sementara itu, Arda Güler justru tampil paling menonjol, menciptakan tiga peluang bagi rekan-rekannya dan menjadi satu-satunya pemain Madrid yang mampu menembus pertahanan Betis. Namun, Mourinho justru menarik Güler pada menit ke-64, menggantinya dengan Yan Diomande.
Kebijakan pergantian itu menjadi sorotan tajam media Spanyol, terutama AS, yang menilai Mourinho belum menunjukkan otoritas yang dibutuhkan untuk mengendalikan ruang ganti yang dipenuhi bintang-bintang besar. Menurut laporan itu, meski Güler sedang memberikan kontribusi teknis terbaik, ia tetap menjadi pemain termudah untuk diganti — sebuah indikasi bahwa keputusan pelatih lebih didasarkan pada hierarki daripada performa. “Tanpa kehadiran pemain asal Turki itu, Real Madrid seolah kehilangan cahaya,” tulis AS.
Kekalahan ini memperdalam kekhawatiran bahwa Real Madrid masih terjebak dalam pola lama: bintang-bintang besar tidak terjamah oleh keputusan taktis yang konsisten, sementara pelatih belum mampu membangun disiplin yang mengikat seluruh pemain. Mourinho, yang dikenal dengan gaya bertangan besi, kini dihadapkan pada tantangan terberat: menaklukkan ego-ego besar di dalam timnya.















