Sumbawanews.com,- UEFA tengah mempersiapkan rencana besar untuk mengubah tata kelola kepemimpinan FIFA dengan mengusulkan sistem rotasi presiden antar enam konfederasi benua. Langkah ini muncul sebagai respons terhadap kontroversi yang melibatkan Gianni Infantino, terutama setelah ia sempat berniat menjual saham Piala Dunia—keputusan yang kemudian diurungkan. Dalam pertemuan di Salzburg, Austria, selama ajang Piala Super Eropa, para pemimpin UEFA bersama AFC dan CONCACAF membahas agar jabatan presiden FIFA bergiliran di antara UEFA, AFC, CONCACAF, CONMEBOL, CAF, dan OFC. Tujuannya jelas: memecah konsentrasi kekuasaan yang selama ini terpusat pada satu sosok. Rencana ini juga akan diperkuat dengan reformasi administratif di sekitar lingkaran kepresidenan FIFA. Meski UEFA bersikap tegas dan solid, Infantino hingga kini masih mendapat dukungan dari sejumlah negara anggota FIFA.
UEFA Rencanakan Rotasi Presiden FIFA Ganti Infantino
Baca Juga:















