Sumbawanews.com,- Timnas Putri Indonesia mempertahankan gelar juara AFF Women’s Cup 2026 setelah menghancurkan Laos dengan skor 5-0 dalam laga final di Kuala Lumpur Football Stadium, Malaysia, pada Rabu, 22 Juli 2026. Kemenangan telak ini mengukuhkan Garuda Pertiwi sebagai tim terkuat di Asia Tenggara, sekaligus mengamankan tiket langsung ke ASEAN Women’s Championship 2027 bersama runner-up Laos dan peringkat tiga Singapura.
Pelatih Satoru Mochizuki menegaskan, keberhasilan ini lahir dari kerja keras tim selama turnamen. “Kami bisa juara karena kerja keras para pemain dan bantuan tim ofisial. Saya ingin mengucapkan selamat dan terima kasih kepada mereka semua,” ujar Mochizuki dalam konferensi pers pada Kamis, 23 Juli 2026. Gol-gol Indonesia dicetak oleh Sydney Hopper (menit ke-33), Isabelle Nottet (48′), Estella Loupatty (55′), Felicia de Zeeuw (67′), dan Emily Nahon (83′).
Dominasi Indonesia terlihat sejak awal, meski sempat terancam setelah kesalahan kiper Laila Masykuroh hampir dimanfaatkan lawan. Namun, serangan berkelanjutan dan ketajaman di depan gawang membuat Laos kesulitan berkembang. Gol pertama lahir dari situasi sepak pojok yang gagal disapu bersih pertahanan Laos, memicu semangat tim untuk terus menekan.
Kapten tim Sheva Imut, yang juga terpilih sebagai pemain terbaik turnamen, mengungkapkan perasaan campur aduk usai kemenangan. “Pasti bangga, senang, sedih, terharu—semuanya bercampur. Kami bersyukur bisa mempertahankan gelar ini,” katanya. Sementara itu, Laila Masykuroh menyabet penghargaan kiper terbaik, menutup malam yang sempurna bagi timnas putri.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut gembira pencapaian ini sebagai bukti kemajuan sistem pembinaan sepak bola putri di Indonesia. “Keberhasilan mempertahankan gelar membuktikan fondasi kita semakin kuat. PSSI akan terus memperkuat ekosistem melalui peningkatan kualitas pemain, pelatih, dan kesempatan bertanding internasional,” ujar Erick.
Mochizuki menekankan, gelar ini bukan akhir perjalanan. Tim akan fokus mempersiapkan diri menghadapi tantangan lebih berat di ASEAN Women’s Championship 2027, di mana Indonesia pernah gagal melangkah jauh pada edisi sebelumnya. “Kami tidak ingin puas sampai di sini. Kami ingin terus berkembang,” tegasnya.















