Sumbawanews.com,- Jumat, 10 Juli 2026, dini hari pukul 03.00 WIB, Timnas Prancis akan bertemu Maroko di babak perempat final Piala Dunia 2026 di Gillette Stadium, Foxborough. Laga ini menjadi momen krusial bagi Les Bleus yang melangkah mantap setelah menaklukkan Swedia 3-0 dan Paraguay 1-0 di putaran sebelumnya. Namun, keunggulan psikologis kini berpihak pada tim asuhan Didier Deschamps, menyusul cedera serius striker utama Maroko, Ismael Saibari.
Saibari, pencetak tiga gol dari enam pertandingan dan andalan serangan Singa Atlas, ditarik keluar pada menit ke-22 saat laga 16 besar melawan Kanada akibat cedera hamstring. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, secara resmi mengonfirmasi bahwa pemain berusia 25 tahun itu tidak akan bisa tampil dalam laga melawan Prancis. “Semua pemain siap, terkecuali Saibari. Ini masih terlalu awal untuknya, tapi kami berharap ia bisa kembali sebelum turnamen berakhir,” ujar Ouahbi dalam konferensi pers.
Kehilangan Saibari menjadi pukulan berat bagi Maroko, yang sebelumnya mengandalkan kecepatan dan ketajaman sang striker untuk membongkar pertahanan lawan. Soufiane Rahimi, pengganti Saibari saat melawan Kanada, dipastikan akan memulai laga dari awal, namun belum pernah menunjukkan performa selevel sang kapten serang di level turnamen besar.
Meski demikian, Ouahbi menegaskan bahwa timnya tetap siap berjuang habis-habisan. “Kami tidak menilai kesuksesan kami sebelum turnamen berakhir. Kami punya hasrat besar untuk memberikan segalanya demi tujuan bersama,” tegasnya.
Prancis, yang dianggap salah satu kandidat juara, tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan dalam dua laga terakhirnya. Dengan formasi yang stabil dan serangan mematikan yang dipimpin Kylian Mbappé, Les Bleus masuk ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Sementara Maroko, meski berhasil menaklukkan Belanda lewat adu penalti, harus beradaptasi tanpa salah satu pilar utama mereka.
Laga ini bukan hanya soal strategi, tapi juga soal ketahanan mental. Kehilangan Saibari menjadi beban tambahan bagi tim Afrika Utara yang berusaha membuktikan bahwa mereka tetap bisa bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia.















