Sumbawanews.com,- Tiga cabang olahraga—tenis meja, anggar, dan tinju—akan berangkat ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan biaya mandiri, tanpa dukungan dana pemerintah. Meski demikian, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir membuka ruang bagi federasi atau sponsor yang ingin mendanai keberangkatan atlet, asalkan tetap berkomitmen meraih prestasi. Erick menekankan bahwa pemerintah hanya membiayai cabang olahraga yang memiliki potensi jelas untuk meraih medali, dengan pendekatan yang lebih spesifik dan terukur. Ia menegaskan, meski tidak mendapat bonus dari APBN, atlet yang berhasil meraih medali lewat jalur mandiri tetap bisa menjadi pertimbangan untuk mendapat dukungan dana di masa depan.
Erick menjelaskan, keberhasilan atlet dari cabang yang berangkat mandiri tidak hanya dinilai dari hasil di lapangan, tetapi juga sebagai indikator kinerja (KPI) untuk perencanaan kontingen di ajang berikutnya. “Apakah mereka akan dihitung sebagai bagian dari KPI untuk kegiatan ke depan? Itu bisa menjadi penilaian tersendiri,” ujarnya. Namun, ia memperjelas bahwa meraih medali tidak otomatis berarti mendapat bonus, karena keberangkatan mereka tidak menggunakan anggaran negara.
Sebelumnya, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah menetapkan 432 atlet dari 35 cabang olahraga, didukung 148 pelatih dan ofisial, serta 32 anggota tim Chef de Mission, untuk mewakili Indonesia di Asian Games 2026. KOI menegaskan bahwa sumber pendanaan—baik dari APBN maupun mandiri—tidak memengaruhi target prestasi yang sama bagi seluruh atlet. Semua diharapkan tampil maksimal, terlepas dari siapa yang membiayai perjalanan mereka.















