Sumbawanews.com,- Timnas Spanyol dan Argentina bermain imbang 0-0 hingga akhir waktu normal dalam final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat, pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB. Akibatnya, laga langsung melanjutkan pertarungan ke babak tambahan 2×15 menit. Argentina harus bertanding dengan 10 pemain di extra time setelah Enzo Fernández menerima kartu merah di menit ke-90+3.
Dalam 90 menit pertama, Spanyol menguasai jalannya permainan dengan dominasi penguasaan bola hingga 63 persen, namun gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas. Lamine Yamal membuka serangan cepat di menit ke-4 dengan tembakan kaki kiri yang berhasil digagalkan kiper Emiliano Martinez. Mikel Oyarzabal dan Marc Cucurella juga mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun semua upaya gagal menembus benteng pertahanan Argentina. Di sisi lain, La Albiceleste lebih banyak bertahan dan jarang menciptakan peluang jelas, hanya mampu mengandalkan serangan balik yang terputus-putus.
Meski Spanyol tampil lebih agresif dan menguasai ritme permainan, ketajaman serangan mereka tak mampu menembus kekompakan lini belakang Argentina yang dipimpin Martinez. Kedua tim sama-sama kehilangan kesempatan emas di babak pertama, termasuk tembakan first time Oyarzabal di menit ke-39 yang kembali ditangkap kiper Argentina. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang akhir babak reguler, memaksa kedua tim memasuki masa tambahan waktu dengan beban psikologis yang berbeda.
Dengan kekalahan jumlah pemain, Argentina dipaksa mengubah strategi bertahan lebih ketat, sementara Spanyol berpeluang besar memanfaatkan keunggulan numerik. Namun, hingga akhir babak reguler, tak ada gol yang tercipta—menjadikan pertandingan ini salah satu final Piala Dunia paling tegang dalam sejarah modern.















