Sumbawanews.com,- Luis de la Fuente memimpin tim nasional Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Argentina 1-0 dalam laga final di New York-New Jersey Stadium pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi puncak karier pelatih yang sebelumnya tak pernah menangani klub elite, melainkan membangun reputasi lewat pengembangan pemain muda di level junior.
Sebelum menangani tim senior Spanyol pada akhir 2022, De la Fuente pernah dipecat setelah hanya 11 pertandingan bersama Deportivo Alaves di divisi ketiga. Namun, dedikasinya di akademi nasional justru menjadi fondasi keberhasilannya: ia membawa Spanyol U-19 menjuarai Kejuaraan Eropa U-19 UEFA pada 2015, lalu memimpin tim U-21 meraih gelar serupa pada 2019. Dua trofi besar pun menyusul di level senior—UEFA Nations League 2022/2023 dan Euro 2024—sebelum akhirnya mengukir sejarah dengan Piala Dunia 2026.
Fenomena pelatih sukses tanpa latar belakang klub top juga diperlihatkan oleh Lionel Scaloni, yang membawa Argentina menjuarai Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Finalissima 2022 sebelum kalah di final Piala Dunia 2026. Di masa lalu, nama-nama seperti Joachim Löw, Franz Beckenbauer, dan Enzo Bearzot juga membuktikan bahwa keberhasilan di kancah internasional tak selalu bergantung pada pengalaman melatih klub besar.
Dengan kemenangan ini, De la Fuente menjadi pelatih ketiga dalam sejarah Piala Dunia yang meraih trofi tanpa pernah menangani tim klub top, mengukuhkan tren baru di dunia sepak bola: keberhasilan tim nasional kini semakin ditentukan oleh visi strategis, pengelolaan pemain muda, dan kekompakan tim—bukan sekadar reputasi di liga klub.















