Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, menegaskan timnya tidak akan bermain aman atau bertahan saat menghadapi Indonesia dalam laga penentuan babak penyisihan Grup A Piala AFF 2026, Jumat (7/8) pukul 20.00 WIB di Stadion Jalan Besar. Meski hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke semifinal, Lee menekankan bahwa timnya akan tetap mempertahankan identitas permainan menyerang yang menjadi ciri khas mereka sejak awal turnamen. Ia menolak tudingan bahwa Singapura akan bermain pragmatis demi hasil, dan menegaskan bahwa performa tim-lah yang akan menentukan nasib mereka, bukan hitung-hitungan skor atau posisi klasemen. Namun, Lee juga menyatakan bahwa timnya cukup cerdas untuk menyesuaikan strategi jika situasi di lapangan memerlukan keputusan taktis di menit-menit akhir.
Singapura saat ini berada di posisi kedua klasemen Grup A dengan tujuh poin, unggul satu angka dari Indonesia yang berada di peringkat tiga. Sementara itu, Indonesia wajib menang untuk masih memiliki peluang lolos ke semifinal. Lee menegaskan bahwa keberhasilan timnya hingga tahap ini dicapai dengan menjalani permainan sesuai filosofi, dan ia tidak ingin hal itu berubah hanya karena tekanan hasil. “Kami berhasil mencapai tahap ini dengan bermain sesuai identitas dan menampilkan gaya permainan kami sendiri; jadi, kami tak boleh membiarkan hitung-hitungan kelolosan memengaruhi pendekatan kami,” ujarnya.
Singapura terakhir kali menjadi juara Piala AFF pada 2012. Di edisi 2024, mereka tersingkir di semifinal oleh Vietnam, yang kemudian menjadi juara. Laga ini menjadi momen krusial bagi kedua tim, bukan hanya untuk melangkah ke babak selanjutnya, tetapi juga untuk membuktikan komitmen terhadap permainan yang dijunjung tinggi.















