Sumbawanews.com,- Manchester City sepakat melepaskan Tijjani Reijnders ke Al Qadsiyah dengan nilai transfer 61 juta Euro, sebuah kesepakatan yang secara tidak langsung menguntungkan AC Milan. Pemain berusia 28 tahun itu, yang pernah membela Rossoneri sebelum bergabung ke Etihad pada musim lalu, kini selangkah lagi akan memakai seragam klub Arab Saudi pada bursa transfer musim panas 2026. Kabar ini dikonfirmasi oleh jurnalis transfer terkemuka Fabrizio Romano, yang menyatakan bahwa semua pihak telah mencapai kesepakatan verbal.
Nilai transfer 61 juta Euro itu lebih tinggi dari biaya awal Man City saat merekrut Reijnders dari AC Milan sebesar 55 juta Euro. Namun, yang lebih menarik adalah dampak finansialnya bagi Milan: berdasarkan klausul add-ons dalam kesepakatan penjualan tahun lalu, Rossoneri berhak menerima tambahan dana sebesar 14 juta Euro (setara Rp288 miliar) jika Reijnders dijual kembali dalam waktu satu tahun sejak kedatangannya ke Manchester. Karena keputusan hengkangnya Reijnders dari Man City terjadi dalam periode tersebut, maka dana tersebut otomatis menjadi hak Milan.
Reijnders, yang mencatatkan 7 gol dan 8 assist dari 50 penampilan di Man City—sebagian besar sebagai pemain pengganti—tidak mampu mempertahankan performa impresifnya saat membela AC Milan, di mana ia mencetak 19 gol dan 9 assist dalam 104 laga. Meski gagal bersinar di Premier League, karier profesionalnya tetap bernilai tinggi di pasar transfer Timur Tengah. Al Qadsiyah, yang berambisi memperkuat lini tengah, siap membayar mahal demi mendapatkan pemain keturunan Indonesia ini.
Dengan transfer ini, Man City mendapat keuntungan bersih sebesar 6 juta Euro dari selisih pembelian dan penjualan, sementara AC Milan kembali memperkuat kas klub lewat mekanisme bonus yang tersemat dalam kontrak dua tahun lalu. Reijnders, yang merupakan kakak dari Eliano Reijnders, kini siap memulai babak baru karier di liga Arab Saudi.















