Sumbawanews.com,- PSS Sleman mengawali musim BRI Super League 2026/2027 dengan kekalahan 1-2 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Jumat malam, 4 September 2026. Tuan rumah unggul lebih dulu lewat penalti Teppei Yachida di menit ke-39, lalu memperlebar keunggulan melalui Queven Inacio pada menit ke-66. PSS memperkecil skor lewat Melvyn Lorenzen pada masa tambahan waktu, tepatnya menit ke-90+5.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menyebut hasil ini tidak sesuai harapan. Ia menilai keputusan penalti yang memberi Bali United keunggulan awal sebagai keputusan yang merugikan timnya. “Saya pikir kami sedikit tidak beruntung dengan penalti tersebut, bahkan sangat tidak beruntung. Menurut saya, itu seharusnya bukan penalti,” ujar Huistra. Ia juga menyoroti gol kedua Bali United yang lahir dari kesalahan internal pemain PSS, meski tetap mengapresiasi semangat tim yang terus menekan hingga mencetak gol di penghujung laga.
“Gol kedua adalah kesalahan pemain kami sendiri. Hal baiknya, setelah tertinggal 0-2, kami tetap bermain, tetap mencoba, dan akhirnya mencetak gol yang bagus. Namun, itu sudah terlambat,” tambahnya. Huistra mengakui permainan PSS belum menyentuh standar yang diinginkan dan menegaskan perlunya evaluasi cepat menjelang laga kandang berikutnya melawan Madura.
Kiper PSS, Ega Rizky, meminta maaf kepada suporter atas kegagalan meraih poin di laga tandang. “Mohon maaf kepada suporter karena kami belum meraih tiga poin. Terima kasih. Saya apresiasi sebesar-besarnya kepada suporter yang sudah datang,” ujarnya. Ega juga menjelaskan bahwa keluarnya kiper dari gawang untuk mengawal ruang belakang merupakan bagian dari strategi pressing dengan garis pertahanan tinggi. “Itu bagian dari antisipasi. Semua strategi kami jalankan dan kami berusaha melakukan yang terbaik,” pungkasnya.















