Sumbawanews.com,- Mantan pemain Manchester City, Tijjani Reijnders, secara terbuka mengakui bahwa keputusannya bergabung dengan Al Qadsiah di Liga Arab Saudi pada 2026 didorong oleh pertimbangan finansial. Pemain asal Belanda berusia 28 tahun itu memilih meninggalkan Etihad Stadium hanya satu musim setelah bergabung dari AC Milan, karena ingin memastikan keluarganya tidak perlu bekerja lagi setelah pensiun dari sepak bola. Klub asal Arab Saudi itu berhasil mengungguli minat Atletico Madrid dengan membayar transfer senilai 60 juta poundsterling untuk mendatangkannya. Reijnders, yang membantu City meraih Piala FA dan Carabao Cup di musim terakhir Pep Guardiola, mengaku bahwa meski masih berada di puncak karier, kestabilan finansial jauh lebih penting daripada tantangan di liga top Eropa.
Dalam wawancara dengan Voetbalzone, Reijnders menyatakan, “Uang jelas berperan dalam hal ini. Setelah karier sepak bola saya berakhir, saya tidak ingin bekerja lagi.” Ia menambahkan, “Sebenarnya saya tidak perlu bekerja lagi setelah meninggalkan Manchester City, tetapi sekarang saya juga bisa membantu generasi penerus keluarga saya.” Keputusannya mengejutkan banyak pihak, mengingat usianya yang masih muda dan performanya yang awalnya cemerlang di Premier League. Meski kesulitan mendapat menit bermain reguler di bawah manajemen baru City, ia tetap menjadi salah satu pemain paling dicari di pasar transfer musim panas 2026.
Sebelum memutuskan ke Arab Saudi, Reijnders sempat menjadi target Juventus dan Atletico Madrid. Namun, tawaran finansial Al Qadsiah yang jauh lebih besar membuatnya memilih jalan yang lebih aman secara ekonomi. Transfers ini juga memberikan dampak finansial tak terduga bagi AC Milan, yang menerima dana segar senilai Rp288 miliar sebagai bagian dari kesepakatan awal kepindahannya ke Manchester City pada 2025. Dengan keputusan ini, Reijnders bukan hanya mengubah jalur karier, tapi juga menetapkan fondasi keuangan bagi generasi mendatang dalam keluarganya.















