Sumbawanews.com,- Prancis akan bertemu Spanyol dalam semifinal Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Berdasarkan simulasi supercomputer Opta, tim asuhan Didier Deschamps unggul tipis sebagai favorit untuk melangkah ke final, dengan peluang menang dalam waktu normal sebesar 43,9 persen, dibandingkan 29 persen untuk Spanyol. Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan performa luar biasa: Prancis yang meraih enam kemenangan beruntun, dan Spanyol yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Opta juga menempatkan Prancis sebagai tim dengan probabilitas tertinggi menjadi juara, yaitu 34,6 persen, sementara Spanyol berada di angka 23,8 persen.
Simulasi berbasis 25.000 skenario menunjukkan peluang pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu sebesar 27,1 persen, menandakan kemungkinan laga sengit dan sulit diprediksi. Prancis, yang mengalahkan Maroko 2-0 di perempat final, berpeluang menjadi tim Eropa kedua yang mencatat tujuh kemenangan beruntun dalam satu edisi Piala Dunia, menyusul Italia pada 1934 dan 1938. Didier Deschamps pun mencatatkan rekor sebagai pelatih dengan partisipasi terbanyak di Piala Dunia, dengan 26 pertandingan sebagai pelatih.
Di sisi lain, Spanyol menunjukkan ketahanan defensif luar biasa, dengan catatan tidak terkalahkan dalam 14 laga terakhir di Piala Dunia dan Piala Eropa sejak kekalahan dari Jepang pada 2022. Lamine Yamal, pemain muda andalan La Roja, menyatakan timnya tidak gentar menghadapi tantangan besar, meski Prancis memenangi dua pertemuan terakhir, termasuk semifinal Euro 2024. Kylian Mbappe, yang telah mengoleksi delapan gol dan menyamai Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas, diyakini tetap menjadi ancaman utama meski sempat mengalami cedera pergelangan kaki. Kombinasi kreativitasnya bersama Ousmane Dembele telah menghasilkan 19 peluang bersama selama turnamen.
Meski Spanyol memiliki rekor pertemuan mengesankan, konsistensi Prancis sepanjang kompetisi menjadi faktor penentu dalam prediksi Opta. Pertandingan ini bukan hanya duel antar tim, tetapi juga antara dua filosofi permainan: kecepatan dan serangan balik Prancis versus kontrol permainan dan pertahanan rapat Spanyol.















