Sumbawanews.com,- Timnas Prancis akan bertemu Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas, Rabu dini hari, 15 Juli 2026, WIB. Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Les Bleus yang terus dibayangi rekor buruk melawan La Roja dalam dua pertemuan terakhir—kalah di semifinal Euro 2024 dan semifinal UEFA Nations League tahun lalu. Pelatih Didier Deschamps menegaskan timnya tidak ingin terjebak dalam bayang-bayang sejarah, melainkan fokus pada peluang mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2022. Ia mengakui Spanyol sebagai tim yang sangat solid, hanya kebobolan satu gol dalam enam laga, dan menyebut pertandingan ini berpotensi menjadi laga spektakuler.
Deschamps, yang akan menutup masa baktinya sebagai pelatih Prancis setelah turnamen ini, menekankan bahwa masa lalu harus ditinggalkan. “Masa lalu biarlah berlalu,” katanya dikutip dari BBC. “Mereka memang pernah menang di masa lalu, tetapi saya menantikan pertandingan besok. Kami sekarang berada di level yang berbeda. Kami ingin berada di final.” Jika mampu menang, Prancis akan menjadi negara ketiga dalam sejarah Piala Dunia yang mencapai tiga final berturut-turut, menyusul Jerman Barat (1982–1990) dan Brasil (1994–2002).
Di kubu lawan, pelatih Spanyol Luis de la Fuente menolak anggapan bahwa timnya menjadi favorit mutlak. “Itu tidak berarti apa-apa. Kita adalah dua tim nasional hebat yang saling berhadapan,” ujarnya. Kedua tim sama-sama menampilkan permainan menyerang dengan pertahanan tangguh, menjadikan laga ini sebagai duel strategi antara dua kekuatan sepak bola dunia yang sedang berada di puncak performa. Pertandingan ini bukan hanya soal tiket ke final, tetapi juga soal reputasi, sejarah, dan kebanggaan nasional.















