Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps mengakui bahwa baik timnya maupun Inggris sama-sama tidak ingin memainkan laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Miami, Minggu, 19 Juli 2026. Pertandingan yang menjadi penutup karier kepelatihannya bersama Les Bleus itu dinilai kurang bermakna dibandingkan perjalanan menuju final, meski tetap harus dijalani dengan profesionalisme.
Deschamps, yang telah memimpin Prancis selama lebih dari satu dekade, mengaku memahami kekecewaan para pemain dan staf setelah gagal melangkah ke final usai dikalahkan Spanyol 0-2 di semifinal. Ia mengakui bahwa semangat tim memang terkikis, dan secara terbuka menyatakan bahwa Inggris pun tak bersemangat menjalani laga ini. “Pertandingan ini memang tidak sepenting final. Inggris sebenarnya tidak ingin memainkan pertandingan ini, begitu juga kami. Tapi inilah kenyataannya,” ujarnya.
Meski demikian, Deschamps menekankan bahwa mengenakan seragam Prancis selalu membawa tanggung jawab besar. Ia meminta seluruh pemain untuk tetap fokus, menjaga profesionalisme, dan memberikan perpisahan terbaik bagi dirinya. Pernyataan ini didukung oleh bek Ibrahima Konate, yang mengatakan bahwa seluruh skuad sebenarnya kecewa harus bertanding untuk medali perunggu, tetapi mereka ingin membalas jasa pelatih yang telah memberikan begitu banyak bagi sepak bola Prancis.
Laga tersebut menjadi penutup era Deschamps sebagai pelatih tim nasional, sekaligus momen emosional bagi para pemain yang menghormati kontribusinya. “Dalam benak saya, saya tahu ini pertandingan terakhir saya. Saya tidak ingin ada yang menangis. Akhir sudah dekat, tetapi hidup terus berjalan,” kata Deschamps.















