Sumbawanews.com,- Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Thailand. Safwan Awae, pemain sayap berusia 24 tahun dari Yala FC, tewas tersambar petir saat pertandingan Golok FA Cup berlangsung di Stadion Santiphap, Distrik Su-ngai Kolok, Provinsi Narathiwat, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Saat itu, cuaca sedang hujan deras ketika petir menghantam lapangan, melukai sembilan orang secara keseluruhan. Safwan mengalami luka paling serius dan tak tertolong meski segera mendapat pertolongan medis.
Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) menyampaikan duka mendalam atas kepergian Safwan, menyebutnya sebagai kehilangan besar bagi keluarga, rekan satu tim, dan seluruh komunitas sepak bola. Pemain yang baru saja menandatangani kontrak dengan Yala FC pada 29 Juli 2026 itu dikenal sebagai andalan di lini serang, dengan catatan tujuh gol dalam 18 penampilan bersama mantan klubnya, Pattani FC, yang berkontribusi besar dalam promosi tim tersebut ke Thai League 2 untuk musim 2025-2026.
Insiden tragis ini mengingatkan kembali betapa rentannya atlet terhadap cuaca ekstrem, terutama di daerah dengan kondisi geografis yang rawan petir. Pertandingan langsung dibatalkan setelah kejadian, dan tim medis serta otoritas setempat segera mengevakuasi para korban. Hingga kini, otoritas sepak bola Thailand tengah meninjau protokol keselamatan di lapangan saat cuaca buruk, terutama di kompetisi level regional seperti Golok FA Cup.
Safwan Awae tidak hanya dikenal sebagai pemain berbakat, tetapi juga sebagai sosok yang penuh semangat dan disayangi oleh rekan-rekannya. Kematian mendadaknya menjadi duka mendalam yang tak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga jutaan penggemar sepak bola di seluruh Thailand.















