Sumbawanews.com,- Menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/27, Persija Jakarta membangun skuad dengan kedalaman luar biasa, di mana hampir setiap posisi dihuni dua hingga tiga pemain yang bersaing ketat untuk tempat di starting XI. Pelatih Shin Tae-yong memanfaatkan masa persiapan panjang—termasuk partisipasi di Piala Presiden 2026, training camp dua pekan di Thailand, dan sejumlah laga uji coba, termasuk kemenangan 3-0 atas Semen Padang—untuk mengevaluasi performa, konsistensi, dan adaptasi taktis para pemain. Tidak ada yang aman secara otomatis; performa di latihan dan pertandingan menjadi satu-satunya ukuran untuk mendapatkan kesempatan bermain.
Shin Tae-yong secara eksplisit menyatakan bahwa persaingan terjadi di seluruh lini, dari belakang hingga depan. Di posisi kiper, empat nama—Andritany Ardhiyasa, Hafizh Rizkianur, Aqil Savik, dan Nadeo Argawinata—saling berebut tempat utama, dengan pengalaman dan perkembangan masing-masing menjadi bahan pertimbangan. Andritany, meski senior dengan pemahaman mendalam terhadap atmosfer Persija, tidak otomatis unggul. Sementara itu, Hafizh yang masih muda, Aqil, dan Nadeo yang membawa pengalaman dari klub sebelumnya, semuanya menunjukkan potensi yang sama tingginya.
Kemenangan 3-0 atas Semen Padang menjadi puncak rangkaian uji coba Persija, yang mencatat lima kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Namun, bagi Shin, hasil akhir bukan satu-satunya tolok ukur. Fokus utama adalah pada tempo permainan, distribusi bola, koordinasi antarlini, dan kebugaran fisik para pemain. Dengan kedalaman skuad yang tak biasa, Persija kini memiliki keunggulan strategis: rotasi yang fleksibel, ketahanan menghadapi cedera dan akumulasi kartu, serta kemampuan menyesuaikan taktik tanpa penurunan kualitas.
Persaingan internal yang panas ini bukanlah masalah—melainkan aset. Di tengah jadwal padat musim depan, keberadaan banyak pemain berkualitas tinggi justru menjadi fondasi utama untuk menjaga konsistensi dan ambisi Persija meraih gelar.















