Home Berita Olah Raga Persija Jakarta Dilarang Main di GBK, Lawan Java United Pindah Lokasi

Persija Jakarta Dilarang Main di GBK, Lawan Java United Pindah Lokasi

Sumbawanews.com,- Persija Jakarta tidak diperbolehkan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat menjamu Java United pada matchday ketiga Super League 2026/2027, Sabtu (19/9). Keputusan ini diambil oleh PSSI menyusul regulasi FIFA yang melarang penggunaan stadion tuan rumah satu minggu sebelum turnamen resmi berlangsung. SUGBK akan menjadi venue utama pembuka FIFA ASEAN Cup 2026 pada 25 September mendatang, sehingga seluruh aktivitas pertandingan liga harus dihentikan demi persiapan lapangan. Hingga kini, manajemen Persija belum mengumumkan lokasi pengganti, meski Jakarta International Stadium (JIS) masih dalam kajian.

PSSI melalui Sekjen Yunus Nusi menegaskan bahwa larangan tersebut bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar. “Kalau tanggal 19 itu sudah H-7 FIFA ASEAN Cup. Sudah larangan secara ofisial,” ujarnya pada Kamis (10/9). Ia menambahkan, prosedur sterilisasi lapangan wajib dilakukan satu pekan sebelum turnamen, termasuk pembersihan, pengecekan rumput, dan pengaturan infrastruktur pendukung. SUGBK akan menjadi tuan rumah dua laga pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Bangladesh vs Malaysia pukul 16.00 WIB, diikuti laga tuan rumah Indonesia kontra Singapura pukul 20.00 WIB.

Meski sebelumnya Persija sempat diberi izin bermain di SUGBK saat menghadapi Persib Bandung pada pekan kedua, jadwal yang berdekatan dengan tenggat FIFA memaksa PSSI menutup akses stadion bagi semua kompetisi liga. Opsi pengalihan ke JIS masih dipertimbangkan, namun terhambat oleh konflik jadwal: stadion tersebut sudah dijadwalkan menggelar konser The Weeknd dalam rangkaian After Hours Til Dawn Tour pada 26 September. Manajemen Persija masih mengevaluasi alternatif venue lain, sementara fans menanti kepastian resmi dari klub.

Previous articleBarcelona Tegaskan Tak Pernah Desak Alvarez Minta Hengkang dari Atletico
Next articleEnam Anggota dan Simpatisan OPM Ikrar Setia NKRI