Sumbawanews.com,- Persebaya Surabaya dan Arema FC bertemu di semifinal Piala Presiden 2026 pada Selasa, 4 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB di Stadion Kapten I Wayan Dipta, dalam laga netral tanpa penonton demi alasan keamanan. Pertandingan ini menjadi derbi terbesar dalam sejarah sepak bola Indonesia, dengan kedua tim sama-sama menegaskan tekad untuk menang, meski tanpa dukungan suporter langsung. Persebaya lolos sebagai juara grup B setelah menang atas Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC, sementara Arema FC bangkit dari kekalahan awal dari Persib Bandung untuk menaklukkan Tampines Rovers dan DPMM FC. Laga ini disiarkan langsung oleh Indosiar dan Vidio.
Persebaya tampil impresif dalam lima laga terakhir, meraih empat kemenangan dan satu seri: menang 2-1 atas Port FC, 1-0 atas PSMS Medan, 1-0 atas Persija Jakarta, seri 2-2 melawan PSIS Semarang, dan menang telak 5-0 atas Persik Kediri. Sementara Arema FC menunjukkan performa fluktuatif: menang 2-0 atas DPMM FC dan 2-1 atas Tampines Rovers, tetapi kalah 1-0 dari Persib Bandung, menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta, dan kalah telak 2-5 dari PSBS Biak.
Rekor head-to-head lima pertemuan terakhir menunjukkan dominasi Persebaya: pada 28 April 2026, Persebaya menang 4-0 di kandang Arema; pada 22 November 2025, kedua tim berbagi angka 1-1 di Surabaya; pada 28 April 2025, hasil imbang 1-1 terjadi di Malang; pada 7 Desember 2024, Persebaya menang 3-2 di kandang sendiri; dan pada 27 Maret 2024, Arema kalah 1-0 di Surabaya.
Susunan pemain Persebaya Surabaya: Reza Arya Pratama; Koko Ari Araya, Risto Mitrevski, Yuran Fernandes, Jefferson; Gledson Paixao, Rahmat Irianto; Francisco Rivera, Malik Risaldi, Miguel Pereira; Alex Martins. Arema FC menurunkan: Adi Satryo; Achmad Maulana, Diego Landis, Walisson Maia, Johan Alfarizi; Betinho, Matheus Blade, Arkhan Fikri; Gabriel Silva, Gustavo Franca, Joel Vinicius.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan bahwa pertandingan ini adalah buah perjuangan keras untuk sampai ke semifinal. “Di mana pun tempatnya, kami harus memainkan pertandingan semifinal ini karena kami telah berjuang dan memenangkan tiket tersebut. Ini akan menjadi pertandingan besar, derbi terbesar di Indonesia,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa timnya datang dalam kondisi kuat, mengingat Arema adalah tim dengan gelar terbanyak dalam sejarah turnamen ini.















