Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia menghadapi Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026) malam WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Kedua tim melaju sebagai juara grup—Indonesia memimpin Grup A dengan tujuh poin, Thailand memuncaki Grup B dengan enam poin—dan kembali bertemu di panggung puncak sepak bola Asia Tenggara. Pertemuan ini memperpanjang sejarah rivalitas panjang yang telah mencatat 78 kali laga, dengan Thailand unggul 37 menang, Indonesia 25 menang, dan 16 kali berakhir imbang.
Sejak kekalahan agregat 2-3 dari Thailand di final Piala AFF 2016, Timnas Indonesia belum pernah lagi mengalahkan Gajah Perang dalam enam pertemuan berikutnya—tiga kali imbang, tiga kali kalah. Kemenangan terakhir Indonesia atas Thailand terjadi pada leg pertama final Piala AFF 2016 di Pakansari, dengan skor 2-1, sebelum kalah 2-1 di Bangkok lewat dua gol Siroch Chattong. Sejak itu, Indonesia terus mengalami kegagalan di laga-laga krusial melawan Thailand, termasuk di final Piala AFF 2020 (agregat 2-6) dan berbagai pertandingan kualifikasi.
Rivalitas ini tak hanya terbatas pada Piala AFF. Di SEA Games, kedua tim telah bertemu empat kali di final, dengan masing-masing meraih dua gelar: Indonesia menang pada 1991 dan 2023, Thailand pada 1997 dan 2013. Konflik sengit juga pernah terjadi di final SEA Games 2023 di Phnom Penh, ketika manajer Timnas Indonesia U-22, Sumardji, dikeroyok oleh official Thailand usai laga berakhir.
Dengan segala beban sejarah, tekanan fanatik, dan keinginan memutus kutukan satu dekade tanpa kemenangan, laga di GBK bukan sekadar final turnamen—ini adalah momen penentu harga diri sepak bola Indonesia di kancah regional. Thailand datang sebagai tim yang konsisten menang di final, sementara Indonesia berharap bisa mengubah takdir di hadapan publik sendiri.















