Sumbawanews.com,- Iran masih menahan napas menanti nasib di Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Mesir di Grup G, yang membuat mereka finis di posisi tiga klasemen grup. Dengan tiga poin, tim asuhan Amir Ghalenoei kini berada di urutan keenam dalam daftar delapan tim peringkat ketiga terbaik, masih dalam zona aman untuk lolos ke babak 32 besar. Namun, kepastian itu bergantung pada tiga laga penentu yang akan berlangsung esok hari: Austria vs Aljazair di Grup J, Republik Demokratik Kongo vs Uzbekistan di Grup K, serta Kroasia vs Ghana di Grup L.
Jika ketiga tim di bawah Iran—Aljazair, RD Kongo, dan Kroasia—semuanya menang, maka peluang Team Melli untuk melaju akan runtuh. Namun, menurut prediksi pasar taruhan yang dirangkum The Guardian, kemungkinan Iran tetap bertahan di delapan besar tim peringkat ketiga mencapai sekitar 80 persen, menjadikannya salah satu kandidat paling kuat untuk lolos meski tak lagi mengendalikan takdir sendiri.
Semua berubah dalam detik-detik akhir laga melawan Mesir. Hossein Khalilzadeh nyaris mencetak gol kemenangan pada injury time, membuat Iran unggul 2-1. Tapi, setelah peninjauan VAR, gol itu dianulir karena posisi offside yang sangat tipis. Kegagalan itu meruntuhkan harapan kemenangan langsung, memaksa Iran harus menyerahkan nasibnya kepada hasil pertandingan lain.
Pelatih Ghalenoei duduk termenung di bangku cadangan usai peluit panjang berbunyi, wajahnya memperlihatkan keputusasaan. Timnas Iran kini hanya bisa menunggu, berdoa, dan berharap hasil tiga laga lain tak berpihak pada lawan-lawannya. Sementara itu, Mesir pun resmi melaju ke babak 32 besar—menjadi negara Afrika pertama yang lolos dari Grup G, sekaligus mengakhiri mimpi Iran untuk meraih kemenangan langsung.















