Sumbawanews.com,- Pemain Argentina Julian Alvarez, yang tengah menjadi pusat spekulasi transfer antara Atletico Madrid dan Barcelona, mendapat teguran keras dari pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Dalam pernyataan resminya, Mourinho menegaskan bahwa seorang pemain yang tidak puas dengan klubnya wajib menerima keputusan tim hingga akhir tahun, atau siap duduk di bangku cadangan.
Alvarez, yang kontraknya dengan Atletico Madrid masih berlaku hingga 2030, telah menyatakan keinginan untuk bergabung ke Barcelona pada jendela transfer musim panas 2026. Namun, tawaran senilai 100 juta euro dari Barca ditolak mentah-mentah oleh Atletico yang menetapkan harga minimal 150 juta euro. Kegagalan transfer ini memicu kemarahan sebagian suporter Atletico terhadap sang penyerang, yang kini menjadi sorotan tajam di dalam maupun luar stadion.
Mourinho, yang dikenal tegas dalam hal disiplin dan profesionalisme, menekankan bahwa keputusan masa depan pemain bukanlah urusan pribadi. “Tidak ada yang kenal dia lebih baik daripada Diego Simeone, tidak ada yang tahu klubnya lebih baik daripada Simeone,” ujar Mourinho. Ia menambahkan, “Jika seorang pemain tidak puas hingga 1 September, ia harus tetap puas—atau tidak bermain sampai 1 Januari.”
Dengan tegas, Mourinho memprediksi bahwa hingga 31 Desember 2026, Alvarez akan tetap menjadi pemain penting bagi Atletico Madrid, baik secara teknis maupun psikologis. Pernyataannya ini menjadi peringatan keras bagi para pemain yang mencoba memaksakan kehendak pribadi di tengah kontrak yang masih berlaku.
Sementara itu, pelatih Barcelona Hansi Flick secara terbuka menolak membahas spekulasi transfer Alvarez, menunjukkan bahwa upaya Blaugrana untuk merekrutnya kini berada di ambang kebuntuan. Dengan jendela transfer musim panas tertutup, satu-satunya pintu yang tersisa bagi Alvarez adalah menunggu bursa Januari 2027—atau memilih untuk membuktikan nilai dirinya di lapangan.















