Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente mengenang momen ketika Lionel Messi mencetak empat gol dalam pertandingan Copa del Rey antara Sevilla dan Barcelona, saat ia masih melatih tim muda Sevilla. Kejadian itu terjadi di masa muda Messi, sebelum ia menjadi legenda global, dan menjadi pelajaran mendalam bagi De La Fuente tentang kehebatan sang pemain.
Pada saat itu, De La Fuente memutuskan untuk mengerahkan satu pemain khusus untuk mengawal Messi, yang sudah menjadi sorotan di level junior. Strategi itu berjalan baik hingga menit ke-70, dengan skor masih 0-0. Namun, setelah pemain penjaga Messi mendapat kartu merah, sang bintang Argentina melepaskan serangan mematikan. Dalam waktu 15 menit, Messi mencetak empat gol, mengubah jalannya pertandingan dan meninggalkan tim Sevilla dalam kekalahan telak.
Meski mengakui kekalahan itu sebagai momen pahit, De La Fuente menegaskan bahwa ia tidak akan menerapkan taktik serupa pada pertandingan final Piala Dunia 2026 nanti. Ia menyadari bahwa mengandalkan satu pemain untuk menghentikan Messi adalah upaya yang tidak lagi relevan di level tertinggi sepak bola dunia.
Kisah ini kembali mengingatkan publik pada kejeniusan Messi sejak masa remaja—sebuah talenta yang bahkan pelatih sekaliber De La Fuente pun tak mampu membendungnya, meski dengan strategi paling ketat sekalipun.















