Sumbawanews.com,- Inggris akan menghadapi Meksiko dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca, Mexico City, pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 07.00 WIB. Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi tim asuhan pelatih Inggris, mengingat stadion ikonik yang berada di ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut menjadi benteng tak terkalahkan bagi tuan rumah. Meksiko melaju ke babak ini setelah menang 2-0 atas Ekuador, sementara Inggris mengalahkan DR Congo untuk melanjutkan perjalanan di turnamen.
Meksiko mencatat rekor impresif di Estadio Azteca, dengan delapan kemenangan dan dua hasil imbang dari 10 pertandingan Piala Dunia di stadion tersebut, menjadikannya kandang paling menakutkan dalam sejarah turnamen. Rekor tak terkalahkan mereka di Azteca dalam semua pertandingan kompetitif dan non-kompetitif telah mencapai 26 laga sejak kekalahan terakhir mereka dari Honduras pada 2013. Kemenangan atas Ekuador juga mengakhiri delapan kekalahan beruntun Meksiko di babak gugur Piala Dunia—rekor terpanjang dalam catatan sejarah turnamen.
Di sisi lain, Inggris kembali ke Azteca setelah 40 tahun, setelah sebelumnya mengalami kekalahan pahit dari Argentina di perempat final Piala Dunia 1986. Tim asal Inggris menunjukkan konsistensi di fase grup, dan kini menghadapi tantangan fisik serta psikologis akibat ketinggian dan atmosfer stadion yang penuh semangat. Pemain muda berusia 17 tahun, Gilberto Mora, menjadi sorotan setelah menjadi starter di babak gugur Piala Dunia—hanya 20 hari lebih tua dari Pele saat debutnya di 1958. Sementara itu, Julian Quinones telah terlibat langsung dalam empat gol Meksiko sejauh ini, dan satu gol atau assist lagi akan memecahkan rekor tim nasional dalam satu edisi Piala Dunia.
FIFA tetap mempertahankan jadwal pertandingan meski ancaman badai mengintai, menegaskan komitmen terhadap kelancaran turnamen. Pemain Inggris pun telah disambut dengan cemoohan saat tiba di Meksiko, menambahkan nuansa ketegangan sebelum laga. Dengan rekor tak terkalahkan Meksiko di kandang dan ambisi Inggris untuk membuktikan diri di tanah yang pernah menjadi mimpi buruk mereka, pertandingan ini diprediksi akan menjadi duel sengit yang memadukan strategi, ketahanan, dan semangat juang.















