Home Berita Olah Raga Mbappe Gemilang, Deschamps Membungkuk Tanda Kehormatan

Mbappe Gemilang, Deschamps Membungkuk Tanda Kehormatan

Sumbawanews.com,- Prancis meraih kemenangan telak 3-0 atas Swedia dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di New Jersey, Selasa (1/7). Kylian Mbappe menjadi sang bintang dengan mencetak dua gol—pada menit ke-45 dan ke-74—sementara Bradley Barcola menambah satu gol lainnya di menit ke-53. Kemenangan ini mengantar Les Bleus melangkah ke fase 16 besar.

Namun, momen paling menggetarkan bukan hanya dari gol-gol spektakuler Mbappe, melainkan sebuah gestur tak terduga dari pelatih Didier Deschamps. Saat Mbappe ditarik keluar dan digantikan Jean Mateta, Deschamps secara spontan membungkukkan badannya beberapa kali di pinggir lapangan, memberi penghormatan mendalam kepada pemain Real Madrid itu—tindakan yang jarang sekali ia lakukan dalam sejarah kepelatihannya.

Gestur itu langsung menjadi simbol pengakuan atas performa luar biasa Mbappe, yang kini mengoleksi 18 gol dalam tiga edisi Piala Dunia, menyamai rekor Lionel Messi di turnamen ini. Dengan demikian, Mbappe berada di posisi kedua daftar top skor sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya terpaut satu gol dari Messi yang masih memegang rekor dengan 19 gol. Ia juga telah melampaui legenda Jerman Miroslav Klose, yang sebelumnya menghuni puncak daftar dengan 16 gol.

Pertandingan di New York New Jersey Stadium berlangsung tanpa komplikasi besar bagi Prancis. Meski Swedia berusaha membangun serangan, pertahanan Prancis yang tertata rapi dan kecepatan Mbappe membuat tim tamu tak punya ruang bernapas. Tidak ada gol balasan, tidak ada peluang signifikan—hanya keunggulan teknis yang terus mengalir dari sisi Prancis.

Deschamps, yang dikenal sebagai pelatih disiplin dan minim ekspresi emosional di pinggir lapangan, memilih momen penggantian Mbappe untuk menunjukkan apresiasi terdalamnya. Bukan sekadar tepuk tangan, bukan hanya senyum—tapi sebuah gerakan tubuh yang menggambarkan rasa hormat atas kehebatan seorang pemain yang kini menjadi harapan terbesar Prancis untuk merebut gelar juara dunia kedua kalinya di era modern.

Dengan kemenangan ini, Prancis melangkah ke babak 16 besar sebagai salah satu favorit kuat. Dan di balik semua statistik dan rekor, satu gambar yang terukir abadi: seorang pelatih legendaris yang membungkuk—bukan karena kewajiban, tapi karena kagum.

Previous articleMeksiko Lawan Ekuador 2-0, Melaju ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Next articleMeksiko Masih Suci, Belum Kebobolan di Piala Dunia 2026