Sumbawanews.com,- Martunis Sarbini, anak angkat Cristiano Ronaldo asal Aceh, kembali menjadi sorotan setelah menyatakan keengganannya bertemu sang ayah angkat jika Portugal kalah di Piala Dunia 2026. Pernyataan itu ia sampaikan dalam siaran langsung di TikTok, di mana ia mengatakan, “Intinya kalau misalnya Portugal kalah, Ronaldo tuh paling kecewa kalau timnya kalah. Aku gak mau ketemu dia kalau misalnya kalah.” Pernyataan itu muncul setelah Portugal tersingkir dari turnamen setelah kalah 0-1 dari Spanyol dalam laga yang berlangsung ketat, dengan gol tunggal Mikel Merino di masa injury time menjadi penentu kekalahan Timnas Portugal.
Martunis pertama kali dikenal dunia setelah selamat dari bencana tsunami Aceh pada 2004, saat ia berusia tujuh tahun. Ia ditemukan mengenakan jersey Portugal bernomor punggung 10, yang saat itu dipakai legenda Portugal Rui Costa. Kisahnya menarik perhatian Cristiano Ronaldo, yang kemudian datang langsung ke Aceh untuk bertemu Martunis. Hubungan keduanya berkembang menjadi ikatan keluarga, dan Ronaldo secara resmi mengangkat Martunis sebagai anak angkatnya.
Setelah itu, Martunis menimba ilmu sepak bola di Portugal dan bergabung dengan akademi Sporting Lisbon, klub yang pernah menjadi tempat Ronaldo memulai karier profesionalnya. Namun, pada 2016, ia memutuskan kembali ke Aceh karena kesulitan beradaptasi dengan budaya dan cuaca di Eropa, dan tidak melanjutkan karier sepak bolanya di benua itu. Meski demikian, komunikasi antara Martunis dan Ronaldo dikabarkan tetap terjaga hingga kini.
Pertandingan Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026 menjadi kemungkinan besar penampilan terakhir Ronaldo di ajang sepak bola terbesar dunia, mengingat usianya yang telah menginjak 41 tahun. Dalam wawancaranya, Martunis menambahkan, “Itulah seorang Ronaldo, karena dia paling benci dengan kekalahan.”















