Sumbawanews.com,- Mariano Peralta, pemain terbaik Super League 2025-2026, bertekad memberikan performa terbaik saat Persib Bandung menghadapi Manila Digger FC dalam laga playoff AFC Champions League Two 2026-2027, Senin (31/8/2026), di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Pemain asal Argentina itu menegaskan bahwa pertandingan ini menjadi momen krusial bagi ambisi Persib di kancah Asia, sekaligus pencapaian pribadinya setelah bergabung dengan Maung Bandung. Dengan empat hari tersisa jelang laga, tim asuhan Igor Tolic telah menjalani latihan intensif untuk mempersiapkan tantangan berat melawan tim Filipina itu.
Peralta, mantan pemain Borneo FC Samarinda, mengaku percaya diri dengan kualitas tim yang dimiliki Persib. Ia menilai kekuatan lini demi lini tim asal Bandung sudah siap menghadapi tekanan tinggi di pentas kontinental. “Saya rasa tidak ada yang perlu saya jelaskan lagi mengenai tim ini. Kami tahu kualitas yang kami miliki dan level permainan kami. Kami sudah siap dan memiliki tekad untuk meraih hal-hal besar,” ujarnya, mengutip laman iLeague pada Jumat (28/8/2026). Ia juga menekankan bahwa kekompakan tim di bawah arahan pelatih Igor Tolic menjadi fondasi utama keyakinannya untuk menyumbang gol dan assist dalam laga penentuan ini.
Meski optimistis, Peralta tidak meremehkan lawan. Manila Digger FC, menurutnya, adalah tim yang tangguh dan berpeluang besar menggagalkan langkah wakil Indonesia. “Kami tahu mereka adalah tim yang bagus. Pertandingan nanti akan sangat sulit. Selain itu, mereka juga memiliki kesempatan untuk lolos ke Champions,” katanya. Laga ini bukan hanya soal melaju ke babak berikutnya, tetapi juga membuktikan bahwa sepak bola Indonesia mampu bersaing di level Asia.
Dengan absennya Uilliam Barros akibat cedera, beban moral dan teknis semakin berat, namun semangat tim tetap membara. Persib berjuang bukan hanya untuk nama besar, tapi untuk membawa harapan Indonesia ke panggung kompetisi elit Asia. Laga antara Persib dan Manila Digger FC diprediksi akan berlangsung sengit, dengan segala dinamika taktis, emosional, dan teknis yang siap menguji ketahanan mental kedua tim.















