Sumbawanews.com,- Jorge Lorenzo memuji Marc Marquez sebagai pembalap paling cerdas di grid MotoGP 2026, menyusul kebangkitan performanya setelah pulih dari cedera bahu yang menghambat awal musim. Mantan rekan setimnya di Honda itu menilai keputusan strategis, konsistensi, dan pengendalian risiko Marquez jauh lebih matang dibanding masa kejayaannya dulu, meski tak lagi seagresif dulu.
Marquez, yang berusia 33 tahun dan balapan untuk tim Ducati, sempat tertinggal lebih dari 100 poin dari pemimpin klasemen pada awal musim akibat cedera bahu yang tak kunjung pulih pasca kecelakaan di MotoGP Indonesia 2025. Setelah menjalani operasi lanjutan di paruh awal musim, ia bangkit dengan tiga kemenangan dalam empat seri terakhir, termasuk pole position dan kemenangan di Sachsenring pada 11 Juli 2026. Selisih poin kini menyempit menjadi hanya 18 angka dari pemimpin klasemen.
Lorenzo menyoroti kecerdasan Marquez dalam memanfaatkan keunggulan fisiknya di sirkuit dengan banyak tikungan kiri—seperti Sachsenring, Phillip Island, dan Aragon—di mana ia mampu mempertahankan kecepatan lebih lama tanpa mengorbankan konsistensi. Sebaliknya, di sirkuit dominan tikungan kanan, ia masih mengalami kendala akibat kelemahan fisik pada lengan kanan.
“Dia tidak lagi seagresif 10 tahun lalu, tapi saat ini dia adalah pembalap paling komplet dan paling cerdas di grid,” ujar Lorenzo kepada DAZN, seperti dikutip Motorsport. Ia juga menekankan bagaimana tekanan psikologis Marquez mampu memicu kesalahan lawan, seperti yang terlihat saat ia menggoda Marco Bezzecchi hingga kehilangan kendali.
Pemulihan fisik Marquez masih berlangsung, dan jeda musim panas diyakini akan menjadi kunci untuk memaksimalkan kembali potensinya di sisa musim. Dengan kebangkitan yang tak terduga dan gaya balap yang lebih bijak, Marquez membuktikan bahwa kecerdasan bisa menjadi senjata paling mematikan di MotoGP.















