Sumbawanews.com,- Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengakui bahwa timnya sedang melewati fase adaptasi yang penuh tantangan setelah ditahan imbang 0-0 oleh Fulham di Anfield pada 12 September lalu. Hasil itu memperpanjang tren tak terkalahkan namun tak juga menang bagi The Reds, yang kini hanya mengumpulkan enam poin dari satu kemenangan dan tiga seri di Liga Inggris. Sebelumnya, Liverpool sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan menang 2-1 atas Atletico Madrid di Liga Champions dan 2-0 atas Ipswich Town di laga sebelumnya. Iraola mengakui kekecewaan tim atas hasil imbang tersebut, menyebutnya sebagai “langkah mundur” setelah dua pertandingan yang dianggap sebagai kemajuan.
“Saya mengerti rasa frustrasi beberapa hari yang lalu karena kami pun merasa frustrasi,” ujar Iraola, seperti dikutip dari Daily Mail. “Kami baru saja menjalani dua pertandingan bagus dan menganggapnya sebagai sebuah kemajuan, dan kami ingin langkah berikutnya juga menjadi langkah maju. Namun ternyata tidak, itu justru menjadi langkah mundur.” Meski demikian, ia menekankan bahwa pasang surut dalam performa adalah bagian alami dari sepak bola, terutama saat tim masih menyesuaikan diri dengan filosofi permainan baru. Iraola menegaskan bahwa tujuan jangka panjang tim tetap jelas: kembali ke gaya permainan dinamis dan menekan yang ditunjukkan saat mengalahkan Atletico Madrid dan Ipswich Town.
Liverpool kini berada di zona papan tengah klasemen Liga Inggris, dengan posisi yang belum stabil. Para pemain masih berjuang menciptakan konsistensi di bawah arahan pelatih baru, sementara suporter menanti tanda-tanda kebangkitan yang lebih nyata.















