Sumbawanews.com,- Liverpool bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United di St James’ Park pada Minggu, 23 Agustus 2026, malam WIB, setelah menyelamatkan diri lewat penalti Dominik Szoboszlai pada menit ke-90+9. Anthony Elanga membuka keunggulan tuan rumah pada menit kelima, sebelum Cody Gakpo menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Joe Willock kembali membawa Newcastle unggul pada menit ke-57, sebelum Szoboszlai mengakhiri ketegangan dengan eksekusi penalti di penghujung laga.
Performa Liverpool terpolarisasi antara kegagalan konsistensi lini belakang dan kebangkitan dari bangku cadangan. Alisson melakukan penyelamatan krusial melawan William Osula di babak pertama, tetapi gagal mengantisipasi gol Elanga akibat salah posisi. Jeremie Frimpong kesulitan menahan kecepatan Harvey Barnes, sementara Milos Kerkez gagal menghentikan serangan Elanga pada gol pertama. Virgil van Dijk tampak kurang dominan menghadapi Osula, dan distribusi bola dari lini belakang hanya diwarnai kontribusi positif dari Jeremy Jacquet.
Di tengah lapangan, Ryan Gravenberch menunjukkan potensi awal namun kehilangan momentum seiring berjalannya pertandingan, termasuk kesalahan umpan yang memicu gol pertama Newcastle. Szoboszlai tampil tidak optimal sepanjang laga, meski menjadi pahlawan lewat penalti terakhir. Florian Wirtz menjadi satu-satunya pemain Liverpool yang berbahaya di babak pertama, dengan tembakan yang diblok Lukas Hornicek, namun kontribusinya meredup setelah turun minum. Alexis Mac Allister tidak memberi dampak signifikan setelah masuk menggantikan Wirtz, sementara Lewis Koumas tampil nyaman di fase akhir.
Di lini depan, Cody Gakpo menjadi satu-satunya pemain Liverpool yang konsisten menciptakan ancaman, dengan gol penyama kedudukan lewat tembakan rendah dari luar kotak penalti. Alexander Isak kesulitan berkembang di bawah tekanan publik tuan rumah dan gagal memanfaatkan peluang langka. Rio Ngumoha kesulitan menghadapi Lewis Hall di sisi kanan, sementara VĂctor Munoz justru menjadi kunci perubahan setelah masuk pada menit ke-63. Kecepatan dan penetrasi Munoz memicu pelanggaran yang menghasilkan penalti, membuatnya menjadi kandidat kuat untuk start di laga berikutnya.
Hasil ini memperlihatkan bahwa meski Liverpool berhasil menghindari kekalahan, performa antarlini masih jauh dari ideal. Andoni Iraola masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam konsistensi bertahan, kontrol permainan, dan pemanfaatan pemain cadangan secara optimal.















