Home Berita Olah Raga Liverpool Kehilangan Ketenangan di Sayap, Carragher Bandingkan Kerkez dengan Nunez

Liverpool Kehilangan Ketenangan di Sayap, Carragher Bandingkan Kerkez dengan Nunez

Sumbawanews.com,- Liverpool menghadapi masalah serius di posisi bek sayap setelah dua pertandingan awal Premier League berakhir dengan hasil imbang 2-2 melawan Newcastle United dan Nottingham Forest. Milos Kerkez dan Jeremie Frimpong belum menunjukkan konsistensi, memicu kritik tajam dari legenda klub, Jamie Carragher. Dalam podcast *The Overlap*, Carragher membandingkan gaya bermain Kerkez dengan mantan striker Darwin Nunez—sama-sama bergerak dengan kecepatan maksimal tanpa cukup mempertimbangkan situasi lapangan. “Dia seperti Darwin Nunez-nya para bek sayap,” ujar Carragher. “Semua yang dilakukannya seolah dengan kecepatan 100 mil per jam.”

Carragher menekankan bahwa bek sayap tidak harus selalu berlari kencang. Ia menilai, pemain di posisi itu perlu mampu memperlambat permainan, mengubah arah, dan mengambil keputusan tepat saat menguasai bola—kemampuan yang masih kurang pada Kerkez, terutama di musim keduanya di Anfield. Kritik ini muncul di tengah kekhawatiran dari pundit lain seperti Gary Neville dan Roy Keane, yang mempertanyakan keputusan manajemen Liverpool untuk tidak merekrut pengganti di posisi bek sayap selama bursa transfer musim panas.

Meski demikian, Carragher memahami alasan klub tetap mempertahankan Kerkez. Kepindahan Andy Robertson meninggalkan celah besar di sisi kiri, sementara pelatih baru Andoni Iraola pernah bekerja sama dengan Kerkez di AFC Bournemouth, membuatnya memiliki kepercayaan tertentu terhadap pemain berusia 22 tahun itu. Namun, dengan Conor Bradley masih cedera dan performa kedua bek sayap yang belum stabil, tekanan semakin meningkat terhadap Iraola untuk segera menemukan solusi.

Liverpool memang meraih kemenangan 2-1 atas Brentford pada 26 Oktober 2025, dengan Kerkez mencetak gol pertama—tapi itu tidak menghapus kekhawatiran akan ketidakseimbangan defensif di kedua sisi lapangan. Bagi banyak pengamat, masalah ini bukan soal bakat, tapi soal kedewasaan dan pengambilan keputusan. Kerkez masih punya waktu untuk berkembang, tetapi waktu itu semakin berkurang di tengah tuntutan Premier League yang tak berompun.

Previous articleEmil Audero Siap Debut, Rayo Vallecano Kehilangan Kiper Utama
Next articlePutra Tri Ramadani Lolos ke Semifinal Panjat Tebing World Cup Koper 2026