Home Berita Olah Raga Kroasia dan Ghana Bertaruh Tiket 32 Besar di Philadelphia

Kroasia dan Ghana Bertaruh Tiket 32 Besar di Philadelphia

Sumbawanews.com,- Pertandingan penentu nasib akan berlangsung di Stadion Philadelphia pada Minggu, 28 Juni 2026, pukul 04.00 WIB, ketika Kroasia menghadapi Ghana dalam laga terakhir Grup L Piala Dunia 2026. Kedua tim datang dengan motivasi berbeda, tetapi dengan tujuan yang sama: memastikan langkah ke babak gugur.

Ghana sudah memastikan tempat di 32 besar, tetapi mereka masih berjuang untuk finis di posisi teratas grup agar menghindari lawan kuat di babak selanjutnya. Sementara itu, Kroasia—yang baru mengumpulkan tiga poin dari dua laga—harus menang mutlak untuk tetap bertahan. Kekalahan atau bahkan hasil imbang bisa mengakhiri mimpi mereka di turnamen ini.

Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Bagi Kroasia, ini adalah ujian ketahanan mental setelah kemenangan tipis atas Panama dan kekalahan dari Inggris. Tim asuhan Zlatko Dalic, yang dikenal dengan ketajaman teknis dan pengalaman para pemain veteran seperti Luka Modrić, harus menunjukkan kembali kegigihan yang pernah membawa mereka ke final Piala Dunia 2018.

Sementara itu, Ghana, meski lebih muda dan bermodal kekuatan fisik, tidak bisa menganggap remeh lawan mereka. Tim Afrika ini pernah mengalahkan Kroasia di Piala Dunia 2014, dan keinginan untuk melanjutkan sejarah itu masih hidup di benak para pemainnya. Kemenangan akan memperkuat posisi mereka sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, sekaligus menekan lawan-lawan lain yang masih berjuang untuk lolos.

Siaran langsung pertandingan ini dapat disaksikan secara gratis di TVRI, menjadi tontonan wajib bagi para pencinta sepak bola di Indonesia. Stadion Philadelphia, yang akan dipadati penonton dari berbagai belahan dunia, diprediksi menjadi saksi ketegangan tinggi—di mana setiap umpan, setiap tendangan, dan setiap peluang bisa mengubah takdir dua tim sekaligus.

Dengan dua tim yang sama-sama kuat dalam kolektivitas, namun berbeda dalam gaya: Kroasia yang penuh presisi dan Ghana yang penuh energi—pertandingan ini bukan hanya soal poin, tapi soal harga diri, sejarah, dan mimpi yang masih hidup.

Previous articleLima Calon Manajer Kopdes Tewas, Kemhan Evaluasi Total Latsarmil
Next articleCetak Sejarah, Frans Putros Jadi Pemain Liga Indonesia Pertama di Piala Dunia