Sumbawanews.com,- Joao Pedro resmi mengganti nomor punggungnya menjadi 9 di Chelsea menjelang musim 2026/27, mengambil alih dari Liam Delap yang beralih ke nomor 12. Pemindahan nomor ini memicu perdebatan sengit di kalangan suporter, mengingat sejarah kelam striker bernomor 9 di Stamford Bridge yang kerap gagal memenuhi ekspektasi. Sejak era modern, nama-nama besar seperti Romelu Lukaku, Alvaro Morata, Gonzalo HiguaÃn, Pierre-Emerick Aubameyang, bahkan Radamel Falcao—semua gagal bertahan lama atau mencetak gol konsisten dengan jersey nomor 9. Dua produk akademi, Di Santo dan Tammy Abraham, juga tak mampu menembus tekanan simbolis nomor tersebut.
Namun, sejarah juga menyimpan contoh keberhasilan. Kerry Dixon (157 gol) dan Roy Bentley (144 gol) adalah dua pencetak gol terbanyak Chelsea sepanjang masa yang memakai nomor 9, meski keduanya bermain di era 1950-an dan 1980-an. Di era modern, Jimmy Floyd Hasselbaink dengan 87 gol di posisi ke-12 daftar top skor klub menjadi bukti bahwa nomor 9 bisa menjadi simbol kejayaan. Hernan Crespo dan Mateja Kezman bahkan pernah memenangkan gelar Premier League bersama Chelsea dengan jersey nomor 9 pada 2005 dan 2006. Fernando Torres, meski hanya mencetak 45 gol dari 175 penampilan, tetap diingat sebagai striker nomor 9 yang sukses meraih Liga Champions, Liga Europa, dan Piala FA.
Kini, Joao Pedro—striker asal Brasil yang dikenal karena kecepatan, kepekaan di depan gawang, dan kemampuan mencetak gol dari berbagai sudut—diberi kesempatan langka untuk mengubah narasi. Bukan hanya karena ia mengambil nomor yang dianggap kutukan, tetapi karena ia adalah satu-satunya striker Chelsea yang kini dipercaya sebagai ujung tombak utama di bawah pelatih new manager. Jika ia mampu mencetak gol konsisten di Liga Inggris dan kompetisi Eropa, nama Joao Pedro bisa masuk ke dalam daftar legenda nomor 9 Chelsea—bukan sebagai pelanjut, tapi sebagai pemulih kejayaan.
Dengan tekanan besar dan sejarah yang berat, semua mata kini tertuju pada sang striker muda. Apakah ia akan menjadi korban kutukan, atau justru sang penyelamat? Musim 2026/27 akan menjawabnya.















