Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia wajib menang telak melawan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis, 1 Oktober 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Dengan koleksi empat poin dari dua laga—sama dengan Malaysia—Garuda harus memperbesar selisih gol untuk mengungguli lawan satu-satunya yang bersaing langsung di puncak klasemen. Malaysia unggul selisih gol +3, sementara Indonesia hanya +2 setelah bermain imbang 0-0 tanpa gol dalam laga terakhir melawan Malaysia.
Kekalahan 0-0 itu semakin memperburuk situasi setelah Thom Haye mendapat kartu merah di menit ke-37, memaksa Indonesia bermain dengan 10 orang hingga akhir laga. Meski Maarten Paes dan lini belakang berhasil menjaga gawang tetap bersih, ketiadaan gol membuat serangan Garuda menjadi sorotan utama. Pengamat sepak bola Bung Ropan menekankan bahwa John Herdman harus mengubah strategi dari bertahan menjadi menyerang agresif. Ia menyarankan pemain seperti Ole Romeny dan Ragnar Oratmangoen dimainkan sejak awal untuk memberi tekanan langsung ke pertahanan Bangladesh. Luke Vickery dan Mitchell Baker juga disebut sebagai opsi strategis untuk memperkuat serangan sejak babak pertama.
Bangladesh, meski sudah pasti tersingkir setelah kalah 0-2 dari Malaysia dan Singapura tanpa mencetak satu gol pun, tidak boleh dianggap remeh. Bung Ropan memperingatkan bahwa tim asal Asia Selatan itu tetap bisa menjadi ancaman jika Indonesia tampil tidak serius. “Harus fokus, tidak boleh main-main, tidak boleh menganggap remeh tim yang sudah tersingkir seperti Bangladesh,” tegasnya.
Sementara itu, Malaysia akan bertemu Singapura pada waktu yang sama. Hasil pertandingan itu akan menentukan nasib Indonesia: jika Malaysia menang tipis atau imbang, maka kemenangan besar Indonesia atas Bangladesh menjadi syarat mutlak untuk lolos ke final. Kemenangan 3-0 atau lebih menjadi target minimal agar selisih gol bisa mengungguli Malaysia. Dengan posisi klasemen yang sangat ketat—Indonesia dan Malaysia sama-sama empat poin, Singapura tiga poin, dan Bangladesh tanpa poin—laga terakhir ini bukan sekadar pertandingan biasa, tapi penentu nasib perjalanan Garuda di turnamen ini.















