Sumbawanews.com,- Serie A 2026/27 akan segera dimulai, dan supercomputer Opta memproyeksikan Inter Milan sebagai juara dengan peluang 35,1 persen, sementara Como—tim promosi dua musim lalu—mengejutkan dengan prediksi runner-up dengan peluang 13,6 persen. Proyeksi ini berdasarkan 10.000 simulasi data yang mencakup performa tim, statistik pemain, dan dinamika liga musim lalu. Inter, juara bertahan dengan keunggulan 11 poin dan catatan 89 gol, tetap menjadi kekuatan dominan, sementara Como yang finis keempat musim lalu dan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya, menjadi tim paling menarik di bawah asuhan Cesc Fabregas. Juventus (11,4%) dan Napoli (7,5%) berada di posisi keempat dan kelima dalam prediksi tersebut.
Inter Milan memasuki musim baru dengan fondasi kuat setelah meraih Scudetto dan Coppa Italia di bawah pelatih Cristian Chivu, yang menjadi pelatih kelima dalam sejarah klub yang mampu memenangkan Serie A di musim debutnya—bergabung dengan legenda seperti Arpad Weisz, Alfredo Foni, Giovanni Invernizzi, dan Jose Mourinho. Pertahanan mereka yang hanya kebobolan 35 gol menjadi yang terbaik keempat di liga, hanya dikalahkan oleh Como, Roma, dan Juventus. Di lini depan, 89 gol yang mereka cetak menunjukkan konsistensi serangan yang sulit ditandingi.
Sementara itu, Como menjadi sorotan utama dalam proyeksi Opta. Tim yang baru naik ke Serie A dua musim lalu kini tampil sebagai ancaman nyata bagi raksasa-raksasa Italia. Keberhasilan mereka finis keempat dan lolos ke Liga Champions musim lalu bukan kebetulan. Kunci utamanya adalah Nico Paz, gelandang yang tetap bertahan hingga 2027 meski Real Madrid menunda kepulangannya. Paz menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak di Serie A musim lalu—12 gol dan enam assist—menjadi tulang punggung serangan Como yang menakutkan. Kombinasi taktik Fabregas, stabilitas keuangan, dan keberlanjutan pemain inti membuat Como bukan lagi tim underdog, tapi tim yang siap bersaing di puncak.
Prediksi Opta menempatkan Roma di posisi ketiga dengan peluang 12,7 persen, mengungguli Juventus dan Napoli. Meski Inter tetap jelas sebagai favorit, dinamika baru di Serie A menunjukkan bahwa dominasi tradisional mulai tergoyahkan. Dengan Chivu yang berusaha mempertahankan gelar dan Fabregas yang membangun kejayaan baru di Como, musim 2026/27 diprediksi menjadi salah satu yang paling terbuka dan menegangkan dalam sejarah liga Italia.















