Home Berita Olah Raga Inggris Tertahan Ghana, Bellingham Bongkar Suasana Ruang Ganti

Inggris Tertahan Ghana, Bellingham Bongkar Suasana Ruang Ganti

Sumbawanews.com,- Meski menguasai bola hingga 79 persen dan melepaskan 19 tembakan, Timnas Inggris harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 0-0 oleh Ghana dalam laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey. Hasil itu membuat The Three Lions tetap memimpin klasemen dengan empat poin, sama dengan Ghana yang berada di posisi kedua.

Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, yang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di lini tengah Inggris, tak menutup-nutupi kekecewaan timnya gagal memecah benteng pertahanan Ghana yang disiplin dan penuh tekad. “Ini salah satu hal yang memang bisa terjadi dalam sepak bola,” ujar Bellingham usai laga. “Kami menghormati upaya mereka. Mereka menjalankan strategi dengan sempurna, dan kami tidak mampu mengubah dominasi menjadi gol.”

Meski kekalahan taktis itu berpotensi memperberat tekanan menjelang laga penentuan melawan Panama, Bellingham justru menegaskan bahwa suasana di ruang ganti tetap tenang dan positif. “Saya masih muda, tapi saya juga salah satu pemain yang sudah lama bersama tim. Saya tahu bagaimana cara menjaga kekompakan. Tidak ada kepanikan. Tidak ada konflik. Tidak ada drama,” tegasnya dengan nada tenang namun tegas.

Ia menekankan bahwa kekalahan ini bukan akhir dari mimpi Inggris untuk meraih gelar. “Kami sudah mengumpulkan empat poin. Itu posisi yang sangat kuat. Masih ada satu pertandingan lagi, dan kami percaya diri bisa menyelesaikannya dengan baik.”

Pelatih Thomas Tuchel, yang sejak awal menekankan ketahanan mental tim, tampaknya mendapat respons positif dari para pemainnya. Bellingham menambahkan bahwa seluruh anggota tim sengaja menjaga energi positif, menghindari saling menyalahkan, dan fokus pada perbaikan teknis menjelang laga terakhir melawan Panama—tim yang saat ini belum pernah menang di fase grup.

Dengan hasil ini, Inggris masih berada di jalur aman untuk lolos ke babak 16 besar, bahkan bisa mengunci juara grup jika menang atas Panama. Namun, kegagalan menaklukkan tim yang dianggap sebagai lawan lebih lemah menjadi pelajaran berharga: dominasi bola bukan jaminan kemenangan. Di balik angka statistik yang mengesankan, ada kebutuhan akan kecerdikan, ketajaman, dan keberanian untuk mengeksekusi peluang—sesuatu yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi The Three Lions.

Bellingham, yang kini menjadi salah satu suara paling dipercaya di antara generasi muda Inggris, menutup pernyataannya dengan nada optimis: “Ini bukan kekalahan yang menghancurkan. Ini adalah ujian. Dan kami siap menghadapinya.”

Previous articleMessi Masih Ingin Main di Piala Dunia 2030
Next article1.000 Taruna Akmil Turun ke Sekolah Rakyat