Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, menyatakan kekecewaan mendalam setelah timnya ditahan imbang 0-0 oleh Malaysia dalam laga pembuka Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Senin (31/8), di Stadion Nasional Laos. Meski menguasai ritme permainan setelah menit ke-30 hingga akhir babak kedua, Garuda Muda gagal mengonversi sejumlah peluang jelas menjadi gol, sehingga hanya mengantongi satu poin dari laga perdana.
Nova menilai, Indonesia memiliki kendali permainan yang lebih baik setelah melewati fase awal yang dikuasai Malaysia. Namun, ketidakmampuan memanfaatkan peluang emas menjadi faktor krusial yang membuat timnya harus puas dengan hasil seri. “Secara isi pertandingan, momentum jelas ada di kita setelah menit ke-30. Tapi beberapa peluang yang seharusnya jadi gol belum menjadi gol. Hasilnya, kami sangat kecewa,” ujar Nova usai laga.
Dengan hasil ini, laga selanjutnya melawan Laos menjadi penentu nasib Indonesia di grup. Kemenangan atas Laos akan mengantarkan Garuda Muda mengumpulkan empat poin sebelum menghadapi Australia di laga terakhir. Jika mampu menang atas kedua lawan, Indonesia bisa mengoleksi tujuh poin—angka yang hampir pasti menjamin lolos ke putaran final. Skenario lain, hasil imbang melawan Australia setelah menang atas Laos, akan membawa Indonesia ke posisi lima poin, yang tetap memungkinkan mereka finis di dua besar.
Namun, jika hanya menang atas Laos namun kalah dari Australia, Indonesia akan terjebak di empat poin, di mana kelolosan akan sangat bergantung pada hasil pertandingan tim lain. Karena itu, Nova menekankan pentingnya kemenangan telak atas Laos untuk memperbesar selisih gol, yang bisa menjadi penentu dalam peringkat runner-up terbaik.
Dalam kualifikasi ini, delapan juara grup otomatis lolos ke putaran final, sementara tujuh runner-up terbaik juga mendapat tiket. China, sebagai tuan rumah, sudah memastikan diri. Total 16 tim akan tampil di Piala Asia U-20 2027, dan bagi Indonesia, setiap poin dari dua laga tersisa menjadi kunci harapan.















