Sumbawanews.com,- Gol Ilhan Fandi pada menit ke-65 memastikan Singapura menahan Timnas Indonesia 1-1 di Jalan Besar Stadium, Jumat, 7 Agustus 2026, sekaligus menghancurkan harapan Garuda untuk lolos ke semifinal Piala AFF 2026. Pemain berusia 23 tahun itu, striker BG Pathum United, bukanlah orang asing bagi sepak bola Indonesia—ia adalah putra legenda sepak bola Singapura, Fandi Ahmad, yang memiliki garis keturunan dari Pacitan, Jawa Timur. Darah Indonesia mengalir dalam dirinya, dan ia menghabiskan empat tahun masa kecilnya di Tanah Air saat ayahnya melatih Pelita Jaya Purwakarta antara 2006 hingga 2010. Ilhan bahkan masih bisa berbicara sedikit bahasa Indonesia dan mengaku Indonesia selalu punya tempat khusus di hatinya. Ia juga memiliki ikatan personal dengan sejumlah pemain Garuda, termasuk Marselino Ferdinan, Sandy Walsh, dan Shayne Pattynama, yang pernah menjadi rekan satu timnya di Eropa dan Asia. Gol tunggalnya bukan sekadar penyelamat bagi Singapura, tapi juga penghujung penantian panjang Indonesia untuk meraih gelar Piala AFF sejak turnamen ini dimulai pada 1996. Kemenangan imbang itu memperpanjang kutukan timnas Indonesia yang hingga kini belum pernah menjadi juara di ajang tersebut. Di luar lapangan, kekecewaan suporter meledak dengan tagar #JohnHerdmanOut yang mulai menggema, sementara nama Shin Tae-Yong pun ikut disinggung dalam gelombang kritik pascakegagalan ini.















