Sumbawanews.com,- Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, memuji Harry Kane dengan membandingkannya sebagai seekor hiu setelah penyerang berusia 32 tahun itu mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 atas Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Kamis dini hari, 2 Juli 2026, di Atlanta Stadium, Atlanta, Amerika Serikat. Kedua gol Kane—yang menyamakan kedudukan pada menit ke-75 dan memastikan kemenangan pada menit ke-86—membawa Inggris lolos ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Meksiko. Tuchel menilai naluri mencetak gol Kane tak terbantahkan, terutama ketika pertahanan lawan mulai kelelahan dan kehilangan konsentrasi.
Pertandingan berjalan sulit bagi Inggris yang sempat tertinggal lebih dulu lewat gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh—gol pertama RD Kongo dalam sejarah fase gugur Piala Dunia. Meski dihadapkan pada pertahanan rapat dan penampilan gemilang kiper Lionel Mpasi-Nzau, tim asuhan Tuchel tetap konsisten menjaga ritme permainan. Setelah jeda minum babak kedua, Inggris meningkatkan tekanan, menciptakan sejumlah peluang yang baru bisa dimanfaatkan Kane lewat sundulan mematikan dari umpan Anthony Gordon, lalu diakhiri dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang menembus jaring.
Tuchel mengakui bahwa kemenangan ini tidak mudah didapat. “Kami tidak bermain seindah yang diharapkan, tapi ini adalah ujian nyata. Pemain kelas dunia muncul ketika tim paling membutuhkannya,” ujarnya. Ia menekankan bahwa respons tim setelah tertinggal menunjukkan mentalitas juara. “Mereka tidak menyerah. Mereka percaya pada rencana, dan itulah yang membuat kami menang.”
Analogi hiu yang digunakan Tuchel merujuk pada naluri alami Kane dalam memburu peluang. “Mereka semua adalah hiu. Saat mencium bau darah, mereka datang dan mencetak gol. Harry selalu ada di tempat yang tepat, dengan kepala dingin dan kaki dingin,” kata Tuchel, mengutip pernyataannya dari The Guardian. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor Kane sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Inggris di Piala Dunia, serta mengukuhkan kedudukannya sebagai tiang utama tim dalam pertandingan berat.
Inggris kini melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi, meski masih harus memperbaiki konsistensi bermain. Sementara itu, RD Kongo, meski kalah, membuat sejarah dengan lolos ke babak gugur dan mencetak gol pertama mereka dalam sejarah turnamen ini. Di luar lapangan, keputusan wasit yang menolak penalti untuk Inggris setelah peninjauan VAR juga menjadi bahan diskusi, tapi Tuchel memilih menghormati keputusan dan memuji ketangguhan timnya. “Kami menemukan cara untuk menang. Dan kemenangan ini layak kami dapatkan.”














