Sumbawanews.com,- Manajer Manchester City, Enzo Maresca, mengungkapkan bahwa Erling Haaland tidak akan dipilih sebagai kapten utama tim pada musim depan, meski ia menjadi salah satu kandidat alami setelah kepergian Kevin De Bruyne dan Bernardo Silva. Keputusan ini didasarkan pada kebijakan pribadi Maresca yang menuntut kapten tetap berada di dekat bangku cadangan setelah mencetak gol—untuk menerima instruksi strategis, bukan merayakan keberhasilan.
Maresca menjelaskan bahwa dalam pengalaman sebelumnya saat melatih Leicester City dan Chelsea, kapten wajib segera kembali ke area teknis setelah mencetak gol, agar tidak kehilangan koneksi dengan tim. “Kalau Erling yang jadi kapten… gawat! Kami bakal punya masalah, bisa kalian bayangkan?” ujarnya, mengacu pada kecenderungan Haaland yang kerap merayakan gol secara euforia di tengah lapangan. Dengan Haaland yang sering menjadi pencetak gol utama, kebijakan ini dianggap tidak praktis dan berpotensi mengganggu dinamika tim.
Dengan kepergian De Bruyne dan Silva, kini tersisa Ruben Dias dan Rodri sebagai kapten yang masih bertahan. Namun, rumor perpindahan Rodri ke Barcelona membuat posisi kapten semakin terbuka. Maresca mengatakan tim sedang mengevaluasi opsi lain, dengan fokus pada pemain Inggris yang memiliki pengalaman dan kepemimpinan di lapangan. Phil Foden dan Marc Guehi disebut sebagai dua nama yang sedang dipertimbangkan untuk mengisi peran tersebut.
Sementara itu, Maresca menegaskan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada perkembangan transfer Rodri. Jika pemain asal Portugal tetap bertahan, ia kemungkinan besar akan mempertahankan peran kapten. Namun, jika ia pergi, City siap mengalihkan ban kapten kepada sosok yang lebih sesuai dengan filosofi manajemen Maresca—bukan hanya karena kemampuan teknis, tapi juga kedisiplinan dan konsistensi di luar momen-momen gol.















