Sumbawanews.com,- FIFA tengah menyelidiki Timnas Argentina terkait spanduk bernuansa politik yang dibentangkan para pemain setelah menang 2-1 atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Insiden itu terjadi di lapangan usai laga yang memastikan La Albiceleste lolos ke final, di mana spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” — menyatakan klaim kedaulatan atas Kepulauan Falkland — secara terbuka dipajang sebagai bagian dari perayaan kemenangan. Tindakan tersebut melanggar aturan FIFA yang melarang penggunaan ajang sepak bola untuk menyuarakan agenda politik. Investigasi kini berlangsung untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab, dengan kemungkinan sanksi berupa denda finansial terhadap Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), sementara para pemain diperkirakan tidak akan dihukum secara individu.
Laga semifinal yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, pada Kamis (16/7/2026), menjadi sorotan bukan hanya karena kemenangan Argentina atas Inggris melalui gol Enzo Fernández dan Lautaro Martínez, tetapi juga karena aksi simbolis yang menghidupkan kembali sengketa historis antara Argentina dan Inggris atas Kepulauan Falkland. Pemain seperti Giovani Lo Celso dikabarkan membawa spanduk itu masuk ke lapangan, sementara Leandro Paredes membela tindakan itu sebagai bentuk kebanggaan nasional, dengan mengatakan bahwa tim bermain “untuk seluruh negeri.”
Media Spanyol, Diario Sport, melaporkan bahwa FIFA mempertimbangkan dua opsi sanksi: denda atau larangan bertanding, namun kemungkinan besar akan memilih hukuman dana. Keputusan akhir diharapkan diumumkan dalam beberapa hari mendatang. Ini bukan pertama kalinya AFA menghadapi sanksi atas isu serupa; pada 2014, federasi pernah didenda 20.000 poundsterling setelah membentangkan pesan serupa dalam laga uji coba melawan Slovenia.
Argentina akan menghadapi Spanyol di final Piala Dunia 2026 pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB di MetLife Stadium, sementara investigasi FIFA berjalan paralel dengan persiapan tim untuk laga puncak.















