Home Berita Olah Raga FIFA Bantah Jual Saham Piala Dunia, Tegaskan Proses Demokratis Masih Berjalan

FIFA Bantah Jual Saham Piala Dunia, Tegaskan Proses Demokratis Masih Berjalan

Sumbawanews.com,- FIFA secara tegas membantah kabar bahwa organisasi tersebut berniat menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta. Dalam pernyataan resmi, induk sepak bola dunia itu menegaskan bahwa rencana pendirian perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) bukanlah upaya menjual aset turnamen, melainkan bagian dari proses konsultasi demokratis dengan 211 anggotanya untuk meningkatkan pendanaan pengembangan sepak bola global. Klarifikasi ini muncul setelah pemberitaan di media internasional seperti The Times, BBC, dan Sky Sports memicu kontroversi luas, terutama di kalangan asosiasi Eropa yang menolak rencana tersebut.

FIFA menekankan bahwa setiap anggota akan tetap menerima dana pengembangan sebesar USD 20 juta per tahun selama empat tahun ke depan (2027–2030) melalui program FIFA Forward, dan jika FFE disetujui, dana tambahan senilai USD 20 juta per tahun akan ditambahkan, sehingga totalnya mencapai USD 40 juta per anggota. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada persetujuan mayoritas anggota—yaitu minimal 106 suara dari 211 anggota—dan hingga kini, 96 anggota dari UEFA dan CONCACAF telah menyatakan penolakan. FIFA menegaskan, tanpa dukungan mayoritas, FFE tidak akan didirikan dan operasi komersial Piala Dunia akan tetap berjalan seperti sebelumnya.

“Tidak ada yang menjual sepak bola. Ini bukanlah sesuatu yang akan pernah dipertimbangkan FIFA,” tegas organisasi tersebut dalam pernyataan resminya. Proses konsultasi yang sedang berlangsung, menurut FIFA, dirancang untuk memastikan semua anggota memiliki kesempatan setara menyampaikan pendapat, menolak, atau mengamendemen proposal sebelum keputusan akhir diambil. Pihaknya juga menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebutkan adanya “penjualan saham Piala Dunia” adalah distorsi yang mengganggu proses demokratis internal.

Meski nama investor seperti Thrive Eternal disebut dalam laporan awal, FIFA tidak mengonfirmasi keterlibatan pihak swasta dalam kepemilikan atau pengelolaan turnamen. FFE, jika terwujud, hanya akan berperan sebagai entitas operasional yang mengelola komersialisasi secara lebih efisien, dengan keuntungannya sepenuhnya dialokasikan untuk pengembangan sepak bola di seluruh dunia. FIFA menegaskan, prinsip kepemilikan global, transparansi, dan otonomi anggota menjadi fondasi utama dari setiap rencana yang diajukan.

Previous articleManchester United Kaji Pemindahan Kiper Paraguay Orlando Gill
Next articleJohn Herdman Tegaskan Timnas Indonesia Tak Boleh Remehkan Timor Leste di Piala AFF 2026