Sumbawanews.com,- Manchester City dinyatakan bersalah oleh Komisi Independen atas 114 pelanggaran serius terhadap aturan keuangan Liga Inggris selama periode 2009 hingga 2018. Legenda Liverpool Jamie Carragher meminta seluruh gelar yang diraih klub itu dalam masa itu—tiga juara Premier League, satu Piala FA, tiga Piala Liga, dan satu Community Shield—dicabut, karena kemenangan itu dinilai dibangun di atas kecurangan. “Menurut saya, gelar atau trofi yang dimenangkan Manchester City pada masa itu harus dicabut dari daftar pencapaian mereka,” tegas Carragher dalam wawancara dengan Sky Sports, Kamis (1/10/2026). Ia menekankan bahwa yang paling dirugikan bukan hanya tim lawan, tapi juga sensasi autentik dari kemenangan yang kini telah hilang bagi para pemain City sendiri.
Carragher mengakui bahwa mengalihkan gelar-gelar tersebut kepada runner-up bukanlah solusi yang jelas. “Apakah klub lain harus menerimanya adalah hal yang berbeda,” ujarnya. Baginya, inti dari kemenangan dalam sepak bola bukanlah logam atau piala, tapi momen-momen emosional yang tak tergantikan—seperti suara peluit akhir pertandingan besar, getaran di dada, dan kebanggaan yang terasa nyata. “Para pemain itu tidak akan pernah merasakan sensasi tersebut, dan hal itu telah direnggut oleh Manchester City,” katanya. Ia menambahkan, meski medali tetap bisa disimpan di ruang trofi, ia yakin para pemain tidak akan pernah melihatnya lagi dengan rasa bangga yang sama.
Tindakan City, menurut Carragher, telah merusak legitimasi prestasi mereka di mata sejarah. “Tindakan Manchester City tidak hanya merugikan pemain mereka sendiri—dalam artian kini tak ada lagi yang memandang trofi dan medali mereka dengan cara yang sama,” ujarnya. Dengan reputasi yang ternoda, trofi-trofi itu kini lebih mirip kenangan pahit daripada simbol kejayaan. Sementara itu, konsekuensi hukum lebih lanjut, termasuk kemungkinan degradasi, masih menanti keputusan resmi dari otoritas sepak bola Inggris.















