Sumbawanews.com,- Fenerbahçe dan AS Roma bermain imbang 1-1 dalam laga pembuka Liga Champions 2026/2027 di Stadion Şükrü Saracoğlu, Kamis (10/9/2026). Usai pertandingan, pelatih Ismail Kartal mengumumkan pengunduran dirinya, tetapi keputusan itu langsung dibatalkan oleh presiden klub Aziz Yıldırım. Kartal mengaku terluka secara emosional setelah dilempari botol oleh suporter saat laga berlangsung, sementara Archie Brown mencetak gol penyama kedudukan untuk Fenerbahçe setelah sebelumnya Bryan Cristante membawa Roma unggul.
Kartal, yang baru menjabat sejak Juni 2026 dan ini merupakan keempat kalinya ia melatih Fenerbahçe, mengumumkan keputusan mundur dalam pernyataan singkat usai laga. “Mulai malam ini, saya mengucapkan selamat kepada para pemain saya dan mengundurkan diri dari jabatan saya,” katanya. Ia menambahkan, keputusan itu diambil bersama tim demi membuka jalan bagi masa depan klub, dengan niat tidak akan kembali lagi.
Pernyataan itu membuat para pemain terkejut. Archie Brown, pencetak gol penyeimbang, langsung mempertanyakan kebenaran kabar itu saat diberi tahu di mixed zone: “Apa maksudnya resign? Sebagai apa? Sebagai pelatih? Dia tak melatih lagi?” Reaksi itu terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.
Namun, presiden Fenerbahçe Aziz Yıldırım segera merespons. Ia menolak pengunduran diri Kartal dan menegaskan bahwa pelatih itu tetap menjabat. “Ismail Kartal bertanggung jawab atas tugasnya. Biarkan masyarakat menjaga pelatih kita. Ismail Kartal adalah manajer Fenerbahçe sampai saya pergi,” tegas Yıldırım. Ia juga mengungkap penyebab emosional Kartal: “Malam ini ada yang melempar botol ke kepala Pak İsmail. Kita melihatnya, dia juga melihatnya. Karena itu dia sedih. Itulah alasannya!”
Fenerbahçe kembali ke Liga Champions setelah absen 18 tahun, dan laga melawan Roma menjadi momen bersejarah bagi klub. Meski hasil imbang tak sempurna, kejadian di luar lapangan justru menjadi sorotan utama. Suporter yang melempar botol menjadi simbol tekanan berlebihan yang kini menghantui tim, sementara presiden berdiri tegak membela pelatihnya dalam situasi krisis kepercayaan.















