Sumbawanews.com,- Wali Kota Nagoya, Ichiro Hirosawa, meminta maaf secara terbuka kepada para atlet dan delegasi yang mengalami ketidaknyamanan akibat kegagalan akomodasi dan transportasi selama Asian Games 2026. Permintaan maaf itu disampaikan pada Kamis, 1 Oktober, menyusul laporan dari sejumlah negara peserta tentang kondisi tempat tinggal dan layanan transportasi yang tidak memadai. Hirosawa mengakui bahwa masalah ini muncul akibat kesalahan manusia dan kurangnya komunikasi antara panitia dengan tim nasional. Ia menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk memperbaiki sistem penyelenggaraan di masa mendatang.
Salah satu sorotan utama adalah tidak adanya kampung atlet tunggal, berbeda dengan penyelenggaraan Asian Games sebelumnya. Alih-alih, para atlet ditempatkan di berbagai hotel, kapal pesiar, dan unit kayu sementara yang dianggap tidak layak oleh sejumlah kontingen. Selain itu, layanan transportasi juga mengalami gangguan serius: bus yang disediakan kerap tidak datang sesuai jadwal, terlambat, atau bahkan mengantar atlet ke lokasi yang salah. Kondisi ini memperburuk pengalaman para atlet yang seharusnya fokus pada pertandingan, bukan pada kebutuhan dasar selama kejuaraan.
Hirosawa menekankan bahwa pihak penyelenggara harus melakukan refleksi mendalam atas kegagalan ini. Ia mengakui bahwa perencanaan yang kurang matang dan koordinasi yang lemah menjadi akar masalah utama. Meski Asian Games 2026 telah berakhir, dampak dari ketidaknyamanan ini tetap meninggalkan catatan buruk dalam sejarah penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Asia.















