Sumbawanews.com,- Legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, mengungkap bahwa pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, sempat memantau laga Timnas Indonesia U-23 melawan Irak pada perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 di Qatar, 2 Mei 2024. Pemantauan itu dilakukan Fabregas untuk mengevaluasi potensi pemain Indonesia, namun tak ada satupun pemain Garuda Muda yang dinilai sesuai dengan filosofi permainan pelatih asal Spanyol itu. Kurniawan menambahkan, Como justru memilih Ali Jasim, pemain Irak yang tampil menonjol dalam laga tersebut, setelah tim asal Italia menang 2-1 lewat babak tambahan waktu.
Laga yang berlangsung di Qatar itu menjadi sorotan tidak hanya karena hasil akhirnya, tetapi juga karena kehadiran Fabregas di tribun penonton. Meski Indonesia gagal meraih medali perunggu, perhatian dari pelatih klub top Eropa itu menunjukkan bahwa bakat-bakat muda Tanah Air tidak luput dari radar scouting internasional. Namun, seperti diakui Kurniawan, kebutuhan gaya bermain Fabregas ternyata tidak sejalan dengan karakter pemain Indonesia saat itu.
Kurniawan, yang pernah menjadi ujung tombak Timnas di era 90-an, juga menyoroti peluang besar Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Ia meyakini bahwa dengan kekuatan pemain diaspora yang berkembang di Eropa, tim Garuda memiliki potensi besar untuk merebut gelar juara—jika manajemen dan pelatih mampu memaksimalkan sumber daya yang tersedia. Baginya, tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak menargetkan titel tertinggi di turnamen kawasan.















