Home Berita Olah Raga Eto’o Bela Infantino: Sepakbola Afrika Butuh Pendanaan, Bukan Kritik Kosong

Eto’o Bela Infantino: Sepakbola Afrika Butuh Pendanaan, Bukan Kritik Kosong

Sumbawanews.com,- Legenda sepak bola Kamerun dan Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun, Samuel Eto’o, secara terbuka mempertahankan Presiden FIFA Gianni Infantino menjelang pemilihan presiden baru pada Maret 2027 di Maroko. Eto’o menanggapi kian menguatnya tekanan terhadap Infantino, terutama terkait rencana awalnya menjual saham Piala Dunia—yang kemudian dibatalkan—dengan menegaskan bahwa sepak bola modern telah menjadi komoditas global yang membutuhkan pendanaan swasta.

“Sepak bola sudah menjadi komoditas yang diperjualbelikan. Siapa yang membiayai sepak bola? Itu adalah perusahaan-perusahaan yang membeli platform hak siar,” tegas Eto’o dalam wawancara dengan L’Equipe. Ia menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Infantino, sepak bola Afrika mendapat ruang dan kesempatan untuk berkembang, termasuk akses ke dana dan infrastruktur yang sebelumnya sulit dijangkau.

Eto’o juga menyerang sikap UEFA yang dinilainya terlalu dominan dan egois. “UEFA adalah konfederasi penting bagi FIFA dan memberikan kontribusi besar bagi sepak bola, namun tidak seharusnya dianggap sebagai satu-satunya atau yang paling penting,” ujarnya. Ia menyoroti ketimpangan sistem pendanaan, di mana federasi Afrika sering bergantung pada anggaran pemerintah yang sendiri sedang menghadapi krisis ekonomi. “Tanpa pemerintah, apakah menurut Anda kami bahkan bisa bermain sepak bola? Di beberapa federasi, 95 atau bahkan 100 persen dananya berasal dari negara yang sebenarnya sedang menghadapi kesulitan besar.”

Pernyataan Eto’o muncul di tengah gelombang kritik terhadap Infantino, termasuk dari pejabat senior FIFA yang belakangan dipecat setelah mengkritik kebijakannya. Sementara itu, calon potensial lain seperti Aleksander Ceferin diketahui tidak tertarik maju sebagai pengganti. Pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027 diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antara kepentingan Eropa dan kebutuhan mendesak negara-negara berkembang, terutama di Afrika.

Previous articleiOS 27 Perbarui Tampilan Apple Calendar dengan Desain Lebih Modern
Next articleEmi Martínez Resmi Pakai Nomor 1 di Chelsea, Tinggalkan Jejak John Terry