Home Berita Olah Raga Emas Bertaburan di Agustus: Sejarah Olimpiade Indonesia yang Menyentuh Hati

Emas Bertaburan di Agustus: Sejarah Olimpiade Indonesia yang Menyentuh Hati

Sumbawanews.com,- Pada 8 Agustus 2024, Veddriq Leonardo dan Rizky Juniansyah mempersembahkan dua medali emas bagi Indonesia dalam satu hari di Olimpiade Paris, memperkuat tradisi olahraga tanah air yang sering berjaya bertepatan dengan bulan kemerdekaan. Veddriq menang di nomor panjat tebing speed putra, sementara Rizky merebut emas angkat besi kelas 73 kg putra sekaligus memecahkan rekor dunia di angkatan clean and jerk. Keduanya menyusul jejak legenda sebelumnya yang sejak 1992 kerap membawa pulang emas tepat di hari-hari menjelang atau bertepatan dengan 17 Agustus.

Susy Susanti mencatat sejarah pada 4 Agustus 1992 di Barcelona, menjadi peraih medali emas pertama Indonesia sekaligus emas pertama bulutangkis Olimpiade setelah mengalahkan Bang Soo Hyun dari Korea Selatan. Hari yang sama, Alan Budi Kusuma menyusul dengan emas tunggal putra setelah mengalahkan rekan senegaranya, Ardy B Wiranata, dalam laga all-Indonesia. Keduanya menjadi simbol awal kejayaan bulutangkis di pentas Olimpiade.

Pada 1 Agustus 1996 di Atlanta, Ricky Soebagdja dan Rexy Mainaky mengukir emas pertama ganda putra setelah menaklukkan pasangan Malaysia, Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock, dengan skor 5-15, 15-13, 15-12. Di Olimpiade Sydney 2000, yang digelar pada September, Candra Wijaya dan Tony Gunawan memberikan “kado telat” dengan menang atas Lee Dong-Soo/Yoo Yong-Sung pada 21 September, dengan skor 15-10, 9-15, 15-7.

Taufik Hidayat mengukuhkan dominasi bulutangkis Indonesia di Athena 2004 dengan menang atas Shon Seung-mo pada 21 Agustus, dengan skor 15-8, 15-7, tanpa kehilangan satu set pun sepanjang turnamen. Markis Kido dan Hendra Setiawan melanjutkan tradisi itu di Beijing 2008 pada 16 Agustus, bangkit dari kekalahan telak 12-21 di gim pertama untuk menang 21-11, 21-16 atas Cai Yun/Fu Haifeng.

Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir mempersembahkan emas tepat pada 17 Agustus 2016 di Rio de Janeiro, mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, 21-14, 21-12, tanpa kehilangan satu gim pun sepanjang turnamen. Greysia Polii dan Apriyani Rahayu mencatat sejarah baru pada 2 Agustus 2021 di Tokyo, merebut emas pertama ganda putri Indonesia, sekaligus menjadi pelipur lara di tengah pandemi global.

Di Paris 2024, Veddriq Leonardo membuka keran emas Indonesia pada 8 Agustus, mempersembahkan medali pertama negara ini di cabang panjat tebing. Sehari berselang, Rizky Juniansyah menambahkan emas kedua sekaligus memecahkan rekor dunia clean and jerk, mengukir sejarah sebagai peraih emas pertama angkat besi Indonesia di Olimpiade. Dari Susy hingga Rizky, setiap emas bukan sekadar prestasi—tapi kado yang dirangkai dengan waktu, tekad, dan cinta pada tanah air.

Previous articleJuventus Beralih ke Vicario, Hentikan Pengejaran Martinez
Next articleShayne Pattynama Siap Lanjutkan Kolaborasi dengan Shin Tae-yong di Persija