Sumbawanews.com,- Pada hari menjelang final Piala Dunia 2026, dua bek tengah Argentina, Cristian Romero dan Lisandro Martínez, memberikan respons tajam terhadap kritik dari legenda Manchester United, Gary Neville. Neville, yang bertindak sebagai analis di Sky Sports, menyebut pasangan ini sebagai “bek terbaik sekaligus terburuk di dunia” karena performa mereka yang fluktuatif—sering kebobolan, tapi juga kerap mencetak gol dan menjadi ancaman di udara. Respons Romero dan Martínez tak kalah pedas: mereka menolak kritik tanpa dasar dan menegaskan bahwa yang terpenting adalah komitmen mereka kepada tim nasional.
Romero menyindir Neville dengan tajam, “Saya harap saat saya pensiun nanti tidak jadi orang sebodoh itu.” Ia menambahkan bahwa ia dan rekan satu timnya hanya fokus pada peran mereka di lapangan, bukan pada komentar dari orang-orang yang tidak pernah memakai jersey timnas. Martínez pun menyambung, bahwa mereka sudah terbiasa dengan sorotan negatif, dan cara terbaik untuk menjawabnya adalah dengan bermain di atas lapangan—dengan rasa hormat dan tekad tak tergoyahkan.
Kedua pemain, yang keduanya bermain untuk klub-klub top Eropa—Romero di Tottenham dan Martínez di Manchester United—telah menjadi tulang punggung pertahanan Argentina sejak fase grup, meski sering menjadi sasaran kritik karena gaya bermainnya yang agresif dan penuh risiko. Namun, kontribusi mereka tak bisa diabaikan: mereka mencetak gol krusial di babak knockout dan menjadi simbol ketangguhan tim asuhan Lionel Scaloni.
Dengan Argentina siap bertarung di final melawan Spanyol pada 20 Juli 2026, keduanya siap membuktikan bahwa kritik tak lebih dari suara latar—yang justru memicu semangat mereka untuk tampil lebih ganas di atas lapangan.















