Sumbawanews.com,- Foxborough — Ousmane Dembele menciptakan momen yang akan terukir abadi dalam sejarah sepak bola Prancis. Di laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026, ia membabat habis pertahanan Norwegia dengan tiga gol dalam babak pertama, memastikan Les Bleus menang telak 4-1 di Stadion Gillette, Sabtu (27/6/2026) dinihari WIB. Dengan capaian ini, Dembele menjadi pemain ketiga dalam sejarah timnas Prancis yang mampu mencetak hat-trick di ajang Piala Dunia.
Gol-golnya datang secara memukau: satu dari tembakan jarak jauh yang membelah jala, satu dari umpan silang yang disundul tanpa ampun, dan satu lagi dari serangan balik mematikan yang menuntaskan keunggulan 3-0 dalam waktu 37 menit. Satu gol lagi ditambahkan oleh Desire Doue di menit 89, sementara satu-satunya jawaban Norwegia datang lewat sepakan Thelo Aasgard di menit ke-22.
Dembele bergabung dengan dua legenda Prancis yang sebelumnya pernah mencatatkan hat-trick di pentas Piala Dunia: Just Fontaine, yang mencetak tiga gol melawan Paraguay dan empat gol melawan Jerman di Piala Dunia 1958, serta Kylian Mbappé, yang menorehkan tiga gol dalam final melawan Argentina pada 2022. Dengan demikian, ia memasuki kelompok eksklusif yang sebelumnya hanya dihuni dua nama — dan kini menjadi bagian dari trinitas paling langka dalam sejarah timnas Prancis.
“Ini momen yang sangat istimewa, bukan hanya untuk saya, tapi untuk tim,” ujar Dembele usai laga, dikutip dari RMC Sport. “Saya tahu banyak yang mempertanyakan peran saya di tim ini, terutama setelah laga uji coba melawan Senegal atau Irlandia. Tapi hari ini, saya ingin membuktikan bahwa saya bisa menjadi mesin pencetak gol saat dibutuhkan.”
Meski menyanjung pencapaian pribadinya, Dembele dengan tegas menekankan bahwa fokus tim masih pada tujuan lebih besar: gelar juara. “Kami belum menyelesaikan apa-apa. Ini baru babak pertama dari mimpi besar. Jangan salah paham — kami tidak boleh terlena, meski sudah sempurna di fase grup.”
Prancis, yang finis pertama di Grup I dengan sembilan poin sempurna, kini menanti lawan di babak 32 besar. Mereka akan menghadapi tim peringkat ketiga dari Grup F atau G — kemungkinan besar Swedia, Mesir, Belgia, atau Selandia Baru. Laga berikutnya akan menentukan apakah Dembele dan kawan-kawan mampu menjadikan hat-trick ini sebagai awal dari kemenangan besar, atau hanya sekadar kilauan indah sebelum kekalahan tak terduga.
Dengan performa ini, nama Ousmane Dembele tak lagi hanya dikenal sebagai pemain berbakat yang sering cedera. Ia kini menjadi simbol ketangguhan, keberanian, dan transformasi — yang mengingatkan bahwa di balik semua keraguan, kadang ada seorang pahlawan yang lahir di saat paling tak terduga.















