Home Berita Olah Raga Concacaf Tolak Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia ke Investor Swasta

Concacaf Tolak Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia ke Investor Swasta

Sumbawanews.com,- Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) bersama 41 anggotanya secara resmi menolak proposal FIFA Forward Enterprise, rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual sebagian saham pengelolaan kompetisi Piala Dunia kepada investor swasta. Keputusan ini diambil setelah rapat pada 30 Juli 2026, di mana para pemimpin federasi menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap proses pengambilan keputusan yang dianggap tidak transparan, tenggat waktu yang terlalu singkat hingga 19 September 2026, serta belum adanya persetujuan dari badan tata kelola FIFA yang berwenang.

FIFA berencana membentuk perusahaan baru dengan valuasi US$20 miliar untuk mengelola Piala Dunia putra dan putri, lalu menawarkan sebagian sahamnya kepada modal ventura—meski menjamin kendali tetap berada di tangan FIFA. Proposal ini juga menawarkan insentif finansial senilai sekitar US$46 juta per federasi anggota, dengan alokasi dana yang lebih besar dalam siklus tiga tahunan. Namun, Concacaf mempertanyakan urgensi rencana tersebut, mengingat Piala Dunia 2026 baru saja menjadi edisi paling menguntungkan dalam sejarah FIFA.

Concacaf menegaskan tetap berpegang pada prinsip tata kelola yang transparan dan berkelanjutan, serta menolak model komersialisasi yang mengandalkan investasi ekuitas swasta. Organisasi ini meminta FIFA untuk memanfaatkan cadangan dana yang ada guna memperkuat program FIFA Forward, bukan mengalihkan pengelolaan ke pihak luar. Selain itu, Concacaf meminta semua kebijakan ke depan harus mengikuti mekanisme tata kelola yang telah diatur dalam Statuta FIFA, melalui staf dan Dewan FIFA yang sah.

Penolakan ini sejalan dengan sikap UEFA yang juga menolak rencana serupa, sementara federasi-federasi kecil masih mempertimbangkan insentif finansial yang ditawarkan. Concacaf menugaskan perwakilannya di Dewan FIFA untuk terus berdialog dengan FIFA demi menjamin proses pengambilan keputusan yang demokratis dan sesuai aturan.

Previous articleTimor Leste Kena Kartu Merah, Indonesia Belum Bisa Cetak Gol di Piala AFF 2026
Next articleTimnas Indonesia Tertahan 0-0 Lawan Timor Leste yang Bermain 10 Orang di Piala AFF 2026